Menarilah Leo !

0
96
Kapten Timnas Argentina Lionel Messi mengangkat trofi Copa America 2021

HARIANHALMAHERA.COM–HIDUP kadang memang tidak adil, bahkan bagi seorang Lionel Messi sekalipun. Enam gelar pemain terbaik di dunia, empat trofi Liga Champions, sekeping medali emas Olimpiade, dan masih saja ada orang-orang seperti Dario Torrisi di negara asalnya. ”Kami menyukai cara dia bermain. Tapi, kami tidak kenal siapa dia,” kata Torrisi, seorang sopir taksi di Buenos Aires, kepada Jeff Himmelman yang menulis artikel panjang bertajuk The Burden of Being Messi di New York Times.

Macam-macam alasannya, yang intinya: Messi ”kurang Argentina”. Komparasi dengan Diego Maradona sudah pasti salah satunya. Ya, Maradona. Sulit sekali Negeri Tango itu lepas dari bayang-bayang pahlawan mereka di Piala Dunia 1986 tersebut, bahkan dengan segala masalah yang ditimbulkannya sampai akhir hayatnya pada 25 November lalu.

”Aneh rasanya bicara tentang Diego dan dia sudah tidak ada lagi,” kata Andres d’Alessandro, mantan gelandang timnas Argentina, kepada Daniel Edwards di Goal.

Kegagalan Leo, nama kecil Messi, mempersembahkan titel kepada Albiceleste –sebutan timnas Argentina– memperburuk situasinya di hadapan orang-orang di negaranya yang terus meragukan ke-Argentinaannya. Tiga final –satu Piala Dunia, dua Copa America– berlalu dengan kekecewaan.

Dan pagi kemarin, La Pulga pun mengakhiri dahaga gelar internasionalnya itu. Kemenangan 1-0 atas Brasil di Stadion Maracana, Rio de Janeiro kemarin membuat eks Bintang Barcelona itu terlihat emosional.

Begitu peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan, dengan ekspresif dia berteriak baila ahora (menarilah sekarang). Sudah lama rasanya tidak melihat Leo se-passionate itu bersama Albiceleste.

Jadi, inilah kesempatan terbaiknya mengakhiri dahaga panjangnya bersama Albiceleste. Inilah kesempatan untuk mengakhiri sinisme sebagian orang di kampung halamannya. Baila ahora, Leo, baila ahora! (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here