Wali Kota Akui Ada Mafia Lapak di Pasar

Diduga Libatkan Oknum di Disperingdag

0
132
Aksi demo para pedagang di Kantor Wali Kota, Rabu (22/9)

HARIANHALMAHERA.COM–Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman tidak menampik bahwa di pasar Higienis Bahari Berkesan III memang marak terjadinya praktik jual beli lapak. Bahkan, orang nomor satu di Pemkot itu tahu persis adanya mafia lapak di pasar.

Ini diungkapkan langsung Wali Kota saat menggelar tatap muka dengan puluhan pedagang yang kembali melakukan aksi demo di Kantor Wali Kota kemarin (22/9)¬† “Saya tahu disana di pasar ada mafia, dan saya bersama wakil wali kota tidak ada kepentingan sama sekali di pasar,” katanya.

Dia berjanji akan memberantas praktik-oraktik yang merugikan pedagang ini hingga ke akar-akarnya. “Kasih waktu saya perbaiki. Ibarat pohon saya akan pangkas dari atas sampai dengan akarnya,” terang Tauhid

Sebelum itu, dihadapan Wali Kota sejumlah pedagang mengaku telah membayar uang lapak kepada petugas Disperindag Ternate, namun sampai saat ini mereka belum juga memiliki lapak yang dijanjikan.

Seperti yang diutarakan salah satu pedagang yang enggan namanya dikorankan. Dia mengaku bersama lima teman pertama kali masuk berjualan belum lama ini, sudah menyetor ke salah satu pegawai Disperindag berinisial G uang sebesar Rp 5 juta, untuk membangun lapak milik kami.

“Jadi kami sebagai pedagang asongan, dimana tempat atau lapak kami sebenarnya dan itu sudah di janjikan. Karena sudah diperas dan membayar tempat lapak dari Rp 500 ribu sampai Rp 12 juta, bahkan semua bukti pembayaran kami miliki sampai dengan rekaman suara dan video,” sesalnya.

Hal yang sama juga diakui pedagang lainya. Dirinya bersama dengan suaminya yang seharian hanya berjualan rokok keliling di pasar, juga sudah membayar uang lapak kepada oknum pejabat di Disperindag berinsial A uang lapak sebesar Rp 18 juta

Namun, tiga tahuns etelah uang tersebut diserahkan, mereka tak kunjung mendapati lapak. Bahkan, ada sala satu pedagang telur dalam pasar Bahari Berkesan III, juga sudah memberikan uang ke pihak Disperindag sebesar Rp 20 juta

“Saya ini korban bayar lapak, ternyata lapak saya kemudian digantikan dengan pedagang ikan ngafi. Karena dorang para oknum su jual ke pedagang lainya,”tegasnya

Usai hearing dengan para pedagang, Tauhid bahkan langsung mrngecek kondisi pasar Bahari Berkesan III. Di pasar, Tauhid disambut terikan dari para  pedagang yang meminta segera mengevaluasi Kadis Disperidag sampai dengan staf bawahannya, terkait pengelolaan pasar Higenis, Barito, Sabi-Sabi dan Bahari Berkesan III.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here