Maluku Utara

Delapan Proyek MY di Malut ‘Ta Stop’

×

Delapan Proyek MY di Malut ‘Ta Stop’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Proyek Jalan Tol (Foto : net)

HARIANHALMAHERA.COM–Dua bulan lalu, Pemprov Maluku Utara (Malut) sudah meyakinkan kepada para rekanan yang mengerjakan proyek multi years (MY) bahwa anggaran tahap kedua yang bersumber dari pinjaman daerah, segera cair.

Pemprov melalui kepala Dinas PUPR Djafar Ismail pun optimis bahwa PT SMI akan segera mencairkan anggaran tersebut. Karena itu, para kontraktor yang saat itu mulai ragu dengan Pemrpov, pun akhirnya diminta terus melanjutkan pekerjaanya di lapangan.

Nyatanya, keraguan para kontraktor ini terbukti. Hingga detik ini PT SMI belum juga mencairkan anggaran ke Pemprov. Imbasnya, delapan rekanan yang mengerjakan proyek infrastrktur jalan dan jembatan di sejumlah daerah pun menghentikan pekerjannya.

Sementara Peraturan daerah (perda) tahun jamak menyatakan seluruh proyek MY harus selesai tahun ini. Sekprov Malut, Samsudin A Kadir pun mengaku belum mengetahui pasti kendala yang membuat PT SMI belum juga mencairkan anggaran.

Padahal, dia mengaku seluruh administrasi persyaratan pencairan yang diminta PT SMI sudah diajukan. “Semua persyaratan administrasi sudah kita sampaikan tapi belum dicairkan makanya kita juga heran,” katanya.

Untuk memastikan kendala itu, saat ini Kepala BPKAD Ahmad Purbaya tengah bertolak ke jakarta. “Sementara  pak kaban keuangan ke Jakarta untuk mengecek,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda ini pun mengakui sudah dua  bulan ini pihak rekanan hentikan pekerjaan nya di lapangan. ” Memang kami juga merasa begitu,” ucapnya.

Padahal Pemprov kata dia sebelumnya sudah menyampaikan kepada pihak rekanan agar terus bekerja, sebab mereka berkontrak dengan Pemprov bukan dengan PT SMI. “Kalaupun mereka (pihak ketiga) meyelesaikan tentu saja Pemda tetap mau bayar,” katanya.

Sebab, jika logikanya, jika PT SMI  tidak  mencairkan anggarannya, maka uang yang akan dipakai untuk membayar utang ke PT SMI  digunakan untuk pembayaran ke ke pihak ketiga. “Jadi sama saja sebenarnya,” katanya.

Yang dikhawatirkan Pemprov adalah karena tahun depan sudah doalokasikan anggaran pengembalian pinjaman ke PT SMI. “Jadi kalau akhirnya tidak cairkan, anggaran yang sudah dialokasikan dipakai untuk membayar pihak rekanan,” katanya.

Sembari mengambil langkah itu, Pemprov akan memastikan dulu kendala  hingga belum dicairkannya sebagian anggaran oleh PT SMI dari total opinjaman sebesar Rp 350 miliar. “Makanya ini lagi dicekm” jelasnya.(lfa/pur)

 

 

8 Proyek Mulri Yeras

Dari Pinjaman Daerah

  • Jalan ruas                  Rp 62.610.000.000      Matuting–Ranga-ranga
  • Jalan dan jembatan    Rp 51.900.000.000      Saketa – Dahepodo
  • Jalan dan Jembatan    Rp 46.700.000.000      Payahe – Dahepodo
  • Jalan dan Jembatan    Rp 67.545.000.000      Ibu – Kedi (sirtu)
  • Jalan ruas                  Rp 22.100.000.000      Tolabit – Toliwang – Kao
  • Jalan dan Jembatan    Rp 23.650.000.000      Malbufa – Wai Ina
  • Lanjutan Jembatan     Rp 25.000.000.000      Kali Oba II
  • Jalan Bahar Andili       Rp 15.000.000.000      (Sofifi – Akekolano)
  • Jalan Ruas                 Rp 35.495.000.000       Wayatim – Wayaua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *