HARIANHALMAHERA.COM– aktivitas pelayaran hingga bongkar muat di pelabuhan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) akhirnya kembali ramai, menyusul Kamis (15/1) siang tadi, Kapal KM Sabuk Nusantara 115, telah berlabuh kembali di pelabuhan tersebut. Kedatangan kapal perintis itu pun disambut langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Halut, Dr. Kasman Hi. Ahmad.
Wabup Halut, Dr. Kasman Hi. Ahmad, mengatakan bahwa kembali beroperasinya kapal tol laut di pelabuhan Galela tersebut merupakan catatan sejarah baru bagi Halmahera Utara dibawa tongkat Pemerintahan Piet-Kasman (Bupati Piet dan Wabup Kasman), khususnya masyarakat Galela dan sekitarnya.
“Ini adalah sejarah yang kita torehkan kembali, dimulai dari Pelabuhan Galela. Pemerintah daerah menyambutnya dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi peningkatan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Halmahera Utara,”katanya
Seluruh elemen masyarakat lanjutnya, tentu tak sekedar bersyukur tetapi ikut mendukung agar jalur transportasi laut yang memiliki nilai strategis bagi daerah tersebut terus aktif. “Terbukanya akses transportasi laut melalui kapal perintis akan mendorong mobilitas sosial dan kelancaran distribusi barang, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Dampaknya diyakini tidak hanya pada aspek komunikasi dan koordinasi, tetapi juga pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.”ujarnya.
Kehadiran KM Sabuk Nusantara 115 ini menurutnya, tentu berpotensi memicu lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah yang menjadi lintasan dan persinggahan kapal. Peluang kerja sama di sektor perdagangan, pariwisata, hingga pendidikan dinilai akan semakin terbuka.
“Bagi anak-anak yang melanjutkan pendidikan, maupun masyarakat yang hendak ke Ternate atau Bitung, kini tersedia akses transportasi laut yang lebih mudah dan terjangkau. Ketika pelabuhan dibuka dan transportasi tersedia, hampir seluruh sektor akan ikut tumbuh dan berkembang,”jelasnya.
Wabup Kasman pun berharap masyarakat Galela dan Loloda dapat memanfaatkan peluang ini secara optimal, terutama dalam pengembangan usaha lokal. Ia mencontohkan produk unggulan daerah seperti gula aren dan telur mamua khas Galela yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan berkelanjutan.
“Saya berharap masyarakat Galela dan Loloda benar-benar memanfaatkan kehadiran kapal ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan,”pintanya.(cal)













