HARIANHALMAHERA.COM– Di tengah kecemasan yang sempat menyelimuti keluarga kecil dari Galela, secercah harapan akhirnya datang. Della Sari Putri Didi (29), yang selama ini berjuang melawan penyakit dengan diagnosis D21 (tumor jinak pada jaringan ikat dan jaringan lunak), kini bisa melanjutkan pengobatan lebih maksimal setelah diberangkatkan ke Manado oleh Haji Robert Nitiyudo Wachjo melalui Tim NHM Peduli.
Sebelumnya, Della hanya menjalani perawatan di RSUD Tobelo. Di sana, segala upaya telah dilakukan, namun keterbatasan fasilitas membuat langkah pengobatan harus terhenti di batas yang tidak bisa ditembus.
Hingga akhirnya, pada Sabtu (11/4/2026), perjalanan panjang itu dimulai. Dengan penuh harap dan cemas, Della diberangkatkan menuju Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebuah tempat yang kini menjadi sandaran harapan baru bagi kesembuhannya.
Di sepanjang perjalanan, Della tidak sendiri. Sang ibu dan Saida Rinom, setia menemani menggenggam harapannya, sementara keluarganya, Umi Kalsum Djabar, turut menguatkan langkah yang penuh ketidakpastian itu.
Dari Tobelo hingga Manado, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat ini adalah perjalanan melawan rasa takut dan harapan yang nyaris padam.
Perwakilan keluarga, Fuji Pangandro, pun mengaku sulit menggambarkan perasaan mereka saat ini. Haru, legah dan syukur bercampur menjadi satu. “Kami benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Kami hanya bisa bersyukur karena di saat kami hampir kehilangan harapan, pertolongan itu datang,”ucapnya dengan suara bergetar, Senin (14/4).

Fuji, bahkan menyebut sosok Haji Robert Nitiyudo Wachjo, bukan sekadar penolong, tetapi juga demawan berhati sejuk yang telah memberi harapan di waktu yang paling dibutuhkan kaum duafa.
“Kalau bukan karena beliau (Haji Robert,red), mungkin kami masih kebingungan mencari jalan. Kami berutang budi bukan hanya soal bantuan, tapi karena beliau telah memberi kami harapan,”ungkapnya.
Bagi keluarga ini lanjutnya, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas atau biaya, tetapi bentuk kepedulian yang terasa nyata hadir, menyentuh, dan menguatkan di saat mereka hampir menyerah.
Pendampingan dari tim NHM Peduli menurutnya, telah menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Sebaa, sejak keberangkatan hingga tiba di rumah sakit, mereka tidak dibiarkan berjalan sendiri. “Tidak ada kata yang berharga lain selain terima kasih untuk pak Haji Robert, terima kasih juga tim pendampiangan NHM Peduli, pak Irwan Kasim bersama tim yang terus memastikan setiap proses berjalan dengan baik hingga menghadirkan rasa aman,”tuturnya.
Kini, di ruang perawatan, harapan itu kembali tumbuh. Perlahan, keyakinan mulai mengalahkan rasa takut. “Kami hanya bisa berdoa semoga ini menjadi awal dari kesembuhan. Terima kasih yang tak terhingga untuk semua kebaikan ini,”tutur Fuji.
Di balik kisah ini, tersimpan satu hal sederhana namun berarti ketika kepedulian hadir, harapan yang hampir padam pun bisa kembali menyala.(rif)












