HalutZona Kampus

Stikmah Tobelo Terjunkan 105 Mahasiswa ke Haltim

×

Stikmah Tobelo Terjunkan 105 Mahasiswa ke Haltim

Sebarkan artikel ini
KULIAH LAPANGAN: Pendiri Yayasan Stikmah Tobelo Dr dr Arend L Mapanawang saat melepas 105 mahasiswa KKN dan PKL, Sabtu (7/3). (foto: Stikmah for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Program Kuliah Kernya Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (Stikmah) Tobelo dimulai. Tahun ini Sebanyak 105 mahasiswa yang diterjunkan.

“Kalau tahun sebelumnya sebanyak 125 orang mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan. Tahun lalu diterjunkan di ke Kecamatan Loloda Utara Kabupaten Halut. Tahun akademik 2020 kali ini, giliran Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), tepatnya di Kecamatan Wasilei Selatan,” kata Pendiri Yayasan Stikmah Tobelo Dr. dr. Arend L. Mapanawang

Peneliti herbal ini mengatakan, sebanyak 105 mahasiswa akan melaksanakan program rutin berupa KKN dan PKL di wilayah Haltim. Mereka akan beradaptasi di masyarakat dan mengaplikasikan ilmunya untuk membantu masyarakat.

“Sebanyak 105 orang itu terdiri dari 38 mahasiswa keperawatan, 55 kebidanan, dan  12 orang farmasi. Mereka akan melaksanakan kuliah di lapangan selama satu bulan. Mereka akan disebarkan di sejumlah desa yang ada di Wasilei Selatan, seperti Desa Ekor, Ino,  Pintatu,  Menane dan Sondo-sondo,” katanya, Sabtu (7/3).

Kuliah lapangan ini menurut dr. Arend, sudah menjadi program rutin kampus yang disebut tridharma perguruan tinggi. Sekembalinya mereka akan diperhadapkan tahapan ujian yang sudah dijadwalkan.

“Selain ujian proposal, hingga skripsi, mereka juga akan mengikuti ujian poster internasional dan wajib mengikuti conference internasional ICCHM ke-6 yang merupakn kalender akademik Stikmah dengan speaker dari lima negara sesuai MOU,” sebut dr Arend.

Para speaker juga dipersiapkan untuk nomor induk dosen asing yang akan mengajar di Stikmah untuk semester yang akan datang.

“Jadi hasil mereka wajib dipublikasi dalam jurnal Stikmah yang saat ini ada lima jurnal ilmiah, terdiri dari empat internasional dan satu nasional, serta 1 prosedeng,” tandasnya.

Penemu herbal virus corona ini menambahkan, Stikmah akan terus berusaha kembangkan sumber daya manusia sebagaimana moto kampus adalah CIE (Creatif, Inovatif, dan Entrepreneurship).

“Kami berinovasi terus dengan moto kampus Cie,” tuturnya.(dit/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *