Poktan Pomakomote dan Panti Asuhan Tarakani, Menggelr Galela Expo Holtikultura 2019

0
521
SOLUSI: Galela Expo Holtikultura 2019 yang dibuka Wabup Halut Muchlis Tapi Tapi. (foto: Rafik/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Beratnya beban ekonomi yang ditandai merosotnya nilai jual sejumlah komoditas pertanian, ternyata tidak mematikan kreativitas dan inovasi Kelompok Tani (Poktan) Pomakomote Desa Togawa Besi. Menggandeng Panti Asuhan Tarakani, mereka sukses menggelar Galela Expo Holtikultura 2019.

Sesuai tema yang diangkat, “Dengan Anjloknya Harga Kopra Holtikultura Solusinya”, expo yang dihadiri Wakil Bupati Halut Muchlis Tapi Tapi, sekaligus membuka secara resmi Galela Expo Hortikoltura tahun 2019, ingin memberikan semangat kepada petani, khususnya di Galela, agar bisa memanfaatkan lahan dengan menanam tanaman holtikultura.

Acara yang ditandai dengan pengguntingan pita, juga dihadiri Sekretaris Daerah Fredy Tjandua, staf ahli Gubernur Maluku Utara Darwis Pua,  Asisten III, dan sejumlah pejabat eselon II Halut. Hadir pula koordinator Yayasan Bina Tani Sejahtera, Camat Galela Selatan, Kades se-kecamatan Galela, dan Petani Holtikultura se-Kecamatan Galela.

Koordinator Yayasan Bina Tani Sejahtera Arga Gusno Pradana dalam sambutanya, memberikan apresiasi dari pelaksanaan Galela Expo Holtikultura tahun 2019 yang merupakan hasil usaha dan kerja keras Poktan Pomakomote Togawa Besi bersama Panti Asuhan Tarakani, dan petani Galela lainnya.

“Kami akan tetap memberi dukungan, termasuk pendampingan bagi kelompok tani bahkan siapa saja  yang membutuhkan bantuan kami dalam mau mengembangkan pertanian holtikultura,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Petani Holtikultura O’Dorono Kabupaten Halmahera Utara H. Arifin Neka dalam sambutannya menjelaskan, dengan permasalahan harga kopra yang sampai saat ini terjadi dirinya mengharapkan ada perubahan mindset masyarakat yang dulunya hanya bergantung pada hasil kopra,  kini saatnya untuk mencoba mencari solusi atau sesuatu yang baru untuk mengembangkan perekonomian masyarakat petani.

“Dengan expo ini kita menjadi lebih sadar bahwa sesungguhnya pertanian holtikultura apabila diseriusi akan mendatangkan keuntungan bagi kelompok tani dan bahkan petani itu sendiri, maka mulai dari itu  sektor pertanian kita sudah harus menemukan pasar yang besar yang dapat di ekspor baik di Halut secara keseluruhan, Maluku Utara, hingga sampai keluar Maluku Utara,” ungkap Arifin.

Ia juga meminta kepada Pemda Halut dan seluruh pihak untuk memperhatikan serta mendorong para petani, agar mencoba  mengembangkan pertanian holtikultura di semua wilayah di Kabupaten Halmahera Utara.

“Saya sangat percaya dengan expo ini menunjukkan bahwa buah dan sayur yang dihasilkan masyarakat Galela merupakan deretan terbaik yang mampu bersaing dengan komoditas lainnya, untuk itu pemda dan instansi terkait,  pelu memperhatikan para petani holtikultura di Halut,” harapnya.

Wakil Bupati Halut Muchlis Tapi Tapi juga  mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat positif untuk dikembangkan di seluruh wilayah Halut. “Apresiasi untuk kelompok tani bahkan anak-anak panti asuhan yang mau terlibat dalam penanaman dan pengembangan tanaman holtikultura, tentunya dibutuhkan keseriusan dan kesabaran menjadi hal yang lebih penting ketika kita mau dan niat untuk mengembangkan pertanian,” kata Muchlis.

Ketua Panitia Galela Expo Holtikultura yang juga pengasuh Panti Asuhan Tarakani Galela mengatakan, panti asuhan Tarakani dan Poktan Pomakomote Desa Togawa Besi telah memanfaatkan lahan tidur guna pemanfaatan jenis tanaman holtikultura.  “Anak anak panti asuhan dan poktan Pomakomote terus memanfaatkan lahn tidur untuk jenis tanaman bulanan. Mungkin mereka bisa mengembakan untuk peningkatan ekonomi,” jelasnya.(pn/fik/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here