Tim PKM-T Uniera Sukses Kembangkan Inovasi Alat Pengasapan Ikan

0
1065
INOVASI: Ini gambaran alat pengasapan ikan yang sukses dikembangkan. (foto: Tim PKM-T/harianhalmahera)

HARIANHALMAHERA.COM– Kabupaten Halmahera Utara (Halut) patut berbangga miliki Universitas Halmahera (Uniera). Salah satu fakultasnya, yakni Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa, ternyata sudah mampu sejajar dengan kampus-kampus besar tanah air.

Salah satu bukti, yakni kemampuan dalam bidang teknologi terapan. Lewat Program Kreativitas Mahasiswa-Penerapan Teknologi (PKMT), mereka sukses mengembangkan inovasi alat pengasapan ikan cakalang di Kampung Rawa Jaya Tobelo.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Koran ini menyebutkan, pengembangan inovasi alat pengasapan ikan dilakukan tim mahasiswa yang beranggotakan Mewix Sabertot Puni, Ronald Tutuduk, dan Irfan Kururub, serta dibantu Andre Manumpil dan Yuli M Huragana.

“Kompetisi ini diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) pada akhir tahun 2018,” kata Mewix Sabertot Puni, yang dipercayakan sebagai ketua tim.

Mahasiswa prodi Fisika angkatan 2015 yang sebelumnya telah berhasil memenangkan kompetisi Hibah Proposal PKM tingkat nasional bidang teknologi terapan ini menjelaskan, pada Desember 2018, tim PKM-T ini mengirimkan proposal ke direktori Simbelmawa Dikti.

“Ini adalah kompetisi nasional dan merupakan salah satu kompetisi bergengsi untuk seluruh mahasiswa tingkat nasional. Kegiatan ini diawali dengan pengajuan proposal. Jika proposal lolos seleksi maka dana akan dicairkan dan tim PKM bertanggungjawab melaksanakan program usulannya untuk mencapai target luaran yang dijanjikan,” jelas Mewix.

Seperti apa alat pengasapan ikan itu? Andre Manumpil menjelaskan, tim PKMT yang mendapat bimbingan dari dosen prodi Fisika I Putu Tedy Indrayana, S.Pd., M.Sc, fokus pada bantuan teknologi tepat guna untuk  produsen ikan asap Bapak Rustam di Kampung Rawa Jaya.

“Alat pengasapan ikan yang selama ini digunakan mitra PKMT, Bapak Rustam, masih tradisional. Pengasapannya boros bahan bakar dan waktu pengasapan tidak efesien. Karena itu, tim kami mengembangkan inovasi alat pengasapan ikan Sari Waruna agar kualitas produksi ikan asap Bapak Rustam menjadi lebih baik,” terang Andre.

Alat pengasapan Sari Waruna, lanjutnya, dikerjakan sejak pekan kedua Juni 2019. Sebelum itu, tim fokus pada pembuatan desain kemasan ikan asap untuk nanti dilatihkan cara pengemasannya. Saat ini, pembuatan alat pengasapan ikan sudah mencapai kemajuan 80 persen dari target yang direncanakan.

“Alat pengasapan Sari Waruna memiliki kapasitas pengasapan sebanyak 100 tangkai ikan dengan durasi pengasapan selama 4–5 jam. Dalam pembuatan alat ini, tim mempertimbangkan segala aspek pengasapan, seperti distribusi panas bara api agar ikan matang secara merata, sistem pengaliran asap, ergonomi pengoperasian alat, dan estetika,” ungkap Andre, sembari berterima kasih kepada Belmawa Dikti, Direktorat Kemahasiswaan Uniera, dan Program Studi Fisika yang telah banyak memfasilitasi kegiatan PKM.

Ditambahkan I Putu Tedy Indrayana, S.Pd., M.Sc selaku pembimbing, kegiatan PKM ini sangat positif untuk mendorong mahasiswa berkreativitas dan dapat menumbuhkan empati mereka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya, khususnya dalam hal ini adalah produsen ikan asap.

Disebutkan, potensi perikanan laut di Halut sangat menjanjikan. Berbagai jenis ikan, seperti ikan tuna, cekalang, malalugis, tude, gorango, serta ikan dasar sudah banyak dimanfaatkan masyarakat. Tidak saja untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga sangat potensial untuk mendukung kebutuhan di sektor industri.

“Usaha ikan asap merupakan salah satu contoh usaha yang dilakoni oleh beberapa kelompok masyarakat di Tobelo, Halut. Prospek usaha ikan asap ini sangat menjanjikan,” terangnya.(pn/fik/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here