Condong Playoff daripada Diberi

0
592
Presiden FIGC Gabriele Gravina. GETTY IMAGES

HARIANHALMAHERA.COM – Berhenti pada giornata ke-26 dan meniadakan scudetto adalah dua opsi yang mengemuka seandainya Serie A 2019–2020 tidak bisa tuntas. Tapi, ada opsi lain yang diusulkan Presiden FIGC (PSSI-nya Italia) Gabriele Gravina kemarin (12/3).

’’Idenya adalah playoff dan playout,’’ ucapnya seperti dilansir Football Italia. ’’Jadi, tetap menghargai nilai-nilai kompetisi,’’ imbuh Gravina.

Playoff dilakukan untuk menentukan scudetto. Melibatkan empat klub teratas sampai giornata ke-26. Yakni, Juventus, Lazio, Inter Milan, dan Atalanta. Di sisi lain, playout ditujukan untuk memutuskan degradasi. Genoa, Lecce, SPAL, dan Brescia sebagai empat tim terbawah di klasemen menjadi para partisipan.

Baca Juga: Eropa Juga Tak Bersahabat

Usul playoff pun direspons positif karena esensi kompetisi dan sportivitas tetap ditonjolkan. ’’Inter Milan tentu tidak akan kecewa karena mereka masih memiliki peluang scudetto,’’ tulis laman Corriere dello Sport.

Nerazzurri –sebutan Inter– yang sempat menjadi capolista selama 12 giornata terbilang apes karena empat laga terakhir mereka di Serie tidak bisa dimainkan sesuai dengan jadwal. Laga melawan Juve akhirnya bisa dimainkan akhir pekan lalu (9/3), tetapi dengan situasi, atmosfer laga, dan psikis pemain yang berbeda.

’’Aku pun yakin Juve tak suka mendapat juara hanya dengan diberi,’’ klaim jurnalis Italia yang sudah dikenal sebagai fans abadi sekaligus pemerhati Juve, Marcello Chirico, kepada Calciomercato.

Sementara itu, kemungkinan musim yang diakhiri lebih cepat dan beberapa laga yang dihelat tanpa penonton berdampak pada pembagian hak siar televisi untuk klub Serie A musim ini. Kabarnya, Sky Italia selaku pemegang hak siar Serie A bakal merevisi jatah pembagian hak siar. Bahkan, ada spekulasi tidak akan diberikan. (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here