Di Halbar, Lima Kecamatan Dilanda Banjir

Tidak Ada Korban Jiwa, Akases Jailolo-Sidangoli Terganggu

0
269
Pemukiman warga di RT 06 Desa Sidangoli Gam Kecamatan Jailolo Selatan yang terendam banjir (Foto : Suparman Pawah)

HARIANHALMAHERA.COM–Hujan desras yang terjadi dalam dua hari pekan kemarin yakni Jumat (15/1) hingga Sabtu(16/1) menyebabkan banjir dimana-mana. Ada lima Kecamatan yang dilanda banjir dengan ketinggian air yang bervariasi yakni Kecamatan Jailolo Selatan, Ibu, Jailolo, Sahu, dan Loloda.

Banjir di lima kelima kecamatan itu pun merendam sekitar 50 lebih rumah warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun warga yang rumahnya kebanjiran terpaksa harus mengungsi ke sanak keluarga mereka.

Seperti yang dialami warga Desa Sidangoli Gam, Kecamatan Jalsel. Tercatat ada sekitar 34 rumah warga yang terkena banjir dengan ketinggian  1 meter  akibat luapan air dari kali mati.

“Sementara air sudah mulai surut, tetapi warga disini masih waswas, karena takut akan hujan lagi, sehingga mereka mengungsi rumah keluarga yang aman,” terang ketua RT 06, Desa Saidangoli Gam, Udin  Dero.

Nasib serupa juga di alami warga RT 01 yang berada di pesisir pantai. Sabtu (16/1) malam itu, sekitar pukul 19:00 WIT. Sedikitnya 10 rumah warga diterjang ombak setinggi 3 meter. Akibatanya dapur mereka pun rusak parah. Warga bahkan  harus mengamankan peralatan dapur lantaran takut terbawa air laut.

Sementara di Ibu, tepatnya di Desa Tongute Ternate, sekitar 20 rumah warga ikut terendam. Peristiwa serupa jiga dialami 10 warga di Desa Tongute Ternate Asal yang juga terpaksa mengungsi setelah rumahnya terendam air setinggi lutut orang dewasa.

Di Kecamatan Loloda, rumah warga di tiga desa juga dilaporkan kemasukan air, yakni desa Barataku, Desa Pumadada dan desa Linggua.

Kades Linggua, Joni Bobane menyebut sekitar 58 rumah warga di desanya yang kebanjiran. Sebagian dari mereka terpaksa harus mengungsi ke Gereja maupun kantor desa. “Ini siudah kesekian kalinya terjadi,sebelumnya juga sudah saya laporkan,tapi pemda terkesan cuek,”sesalnya.

Banjir juga melumoihkan akses Sidangoli-Jailolo tepatnya di ruas jalan Desa Domato, Jailolo Selatan. Banyak kendaraan yang melintas harus menunggu berjam-jam lantaran ruas jalan digenagi air setinggi 1 meter akibat tumpahan luapan air sungai dari salah satu jembatan.

Plt. Kepala BPDB Halbar Abdullah Ishak mengatakan sejumlah petugas telah dikerhkan ke lapangan. “Di jailolo dan Sahu sementara agak reda. Sementara di  Jailolo Selatan, ibu dan Loloda masih tetap siaga karena curah hujan lebih tinggi,”ujarnya

Dia berharap warga agat tetap waspada, dengan cuaca ekstrim yang terjadi ini.. “Kami menghimbau kepada warga yang melintas di darat maupun di laut agar lebih waspada karena cuaca masih sangat buruk saat ini,” pintanya. (tr4/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here