PT. HPAL Didemo

0
697
Ilustrasi Unjuk Rasa (Foto : Warta Kota)

HARIANHALMAHERA.COM–Puluhan tenaga kerja PT. Halmahera Persada Lygen (HPAL) dan masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan (Halsel), pada Minggu malam (12/4) sekitar pukul 19.30 WIT, melakukan aksi unjuk rasa.

Mereka menilai, kebijakan perusahaan yang bernaung di bawa PT. Harita Group itu, bakal berdampak pada masyarakat Desa Kawasi. Sebab perusahaan dianggap nekat menerima kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di tengah pandemic corona virus disease 2019 (covid-19).

Informasi yang dihimpun, karyawan yang bergerak di bidang konstruksi, tidak terima kehadiran TKA asal Cina. Pasalnya, orang-orang dari negeri berjuluk tirai bambu itu, diduga tidak mengantongi dokumen. Ini membuat karyawan lokal dan warga Desa Kawasi protes.

Salah satu karyawan PT. HPAL yang enggan disebutkan namanya, kepada Harian Halmahera, Senin (13/4), mengatakan, para TKA itu baru tiba dua hari di Kawasi, menumpangi kapal. “Dorang (mereka) diduga tara (tidak) melalui prosedure keimigrasian,” katanya.

Namun, kabar masuknya TKA Cina tanpa prosedure itu dibantah pihak perusahaan. Melalui rilis dari Corporate Communication Manager PT. Harita Group, Anie Rahmi, dilampirkan lima poin yang berisi kronologi peristiwa tersebut.

Pertama, aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah karyawan kontraktor dari PT HPAL sekitar pukul 07.50 WIT itu, tidak ada karyawan PT HPAL yang terlibat demo. “Karyawan kontraktor yang melakukan demo bukan warga lokal Desa Kawasi,” katanya.

Kedua, kata dia, karyawan yang melakukan demo menuntut diberikan kelonggaran keluar masuk Desa Kawasi. Karena sejak pertengahan Maret Site Kawasi di Pulau Obi telah dilockdown. “Dan semua karyawan maupun kontraktor harus menempati camp yang telah disediakan,” ujarnya.

Ketiga, lanjut dia, ini diberlakukan perusahaan sebagai implementasi protokol pencegahan penyebaran Covid-19. “Lockdown Site Kawasi juga dilakukan demi kebaikan seluruh pekerja dan keluarganya. Semua kebutuhan pekerja selama lockdown dijamin perusahaan,” paparnya.

Keempat, perwakilan perusahaan sedang melakukan dialog dengan perwakilan karyawan kontraktor, untuk mencari solusi terbaik. “Tentu dengan ketentuan yang ketat untuk karyawan bisa keluar masuk Site Kawasi,’ jelasnya.

Kelima, dialog dilakukan sebagai bagian dari musyawarah mufakat dan berlangsung kondusif dengan dimediasi oleh Pemda serta TNI dan Polri, yang tergabung dalam Satgas Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Non Alam Covid-19 Halsel. (Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here