HaltengMaluku Utara

Banemo-Sibenpopo ke Pangkuan Fagogoru, Kapolda Malut Terharu Usai Warga Berdamai

×

Banemo-Sibenpopo ke Pangkuan Fagogoru, Kapolda Malut Terharu Usai Warga Berdamai

Sebarkan artikel ini
Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono hadir ditengah warga Banemo-Sibenpopo untuk damaikan suasana pasca bentrok

HARIANHALMAHERA.COM– suasana haru tak kuasa disembunyikan ribuan warga Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Betapa tidak, mereka yang awal diselimuti perasaan bermusuhan gegara bentrok hingga rumah pun terbakar dan nyawa ikut melayang, akhirnya tangis bahagia pecah setelah kembali menyatu dalam damai sebagaima motto yang terpatri falsafah Fagogoru.

Bahkan, tak hanya warga dua Desa yang menjadi korban bentrokan, Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji, pejabat Forkopimda Pemkab Halteng, hingga Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono, pun tak mampu menyimpan rasa haru, saat hadir ditengah-tengah warga untuk pertemukan kedua pihak dalam pertemuan yang berlangsung di Desa Sibenpopo, Selasa (7/4) kemarin.

Jendral dua bintang itu pun berguguran air mata sembari peluk erat setiap warga korban bentrak yang ada didepannya, seolah melampiaskan rasa bahagia setelah sebelumnya bersama pejabat Forkopimda Halteng dan Malut berjibaku menangkis suasana mencekam.

‎Dihadapan warga Banemo-Sibenpopo, Kapolda Malut, pun menyampaikan bahwa perdamaian yang tercapai itu merupakan hasil kesadaran bersama antara warga terhadap warisan Fagogoru sekaligus pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan.

‎“Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan sampai perbedaan itu memecah belah persaudaraan yang sudah lama terjalin. Mari kita jaga rasa kekeluargaan ini sampai akhir hayat,”tuturnya.

Kapolda Irjen Pol. Waris juga mengingatkan warga bahwa pentingnya menjunjung tinggi nilai kearifan lokal di wilayah Malut, yang khususnya warisan Fagogoru sebagai landasan hidup rukun dan damai di tengah masyarakat.

“Menjaga silaturahmi adalah tanggung jawab bersama. Setiap persoalan harus diselesaikan dengan kepala dingin, mengedepankan musyawarah dengan adanya semangat kekeluargaan,”ujarnya.

“‎Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kami berharap tidak ada lagi konflik yang serupa di kemudian hari, karena kedua desa itu sudah komitmen memperkuat komunikasi dan membangun kembali kepercayaan yang sempat goyah,”sambungnya.(red)

Tinggalkan Balasan