Halut

Anggaran Tambahan Pasar Rawajaya Disimpan

×

Anggaran Tambahan Pasar Rawajaya Disimpan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI : Sekda Halut EJ Papilaya saat meninjau kesiapan pasar Inpres Dua Desa Rawajaya beberapa waktu lalu.(foto: Humas Halut)

HARIANHALMAHERA.COM–Komisi III DPRD Halut pertanyakan realisasi anggaran tambahan untuk peningkatan pasar Inpres II Rawajaya yang telah dialokasikan Pemkab Halut dalam APBD perubahan 2022 sebesar Rp 200 juta. Sebab, memasuki penghujung tahun anggaran 2022 ini pedagang di pasar tersebut masih mengeluh keterbatasan fasilitas terutama sumur bor, wc dan kurangnya lapak (tempat jualan).

Selain itu, komisi III DPRD juga geram terhadap sikap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Halut sebagai instansi teknis yang terkesan lambat penuhi kebutuhan pedagang dengan melengkapi fasilitas pasar tersebut, mengingat anggarannya sudah tersedia.

Ketua komisi III DPRD Halut, Sahril Hi. Rauf, mengungkapakn bahwa DPRD sudah sahkan tambahan anggaran untuk peningkatan pasar Inpres II Rawajaya melalui Disperindag, namun sampai akhir tahun 2022 ini DPRD dapat informasi belum ada realisasi terkait beberapa fasilitas pasar yang belum memadai hingga dikeluhkan pedagang. “Saya belum tahu di lapangan seperti apa, hanya saja kemarin waktu perubahan terkait fasilitasi yang tidak cukup sudah kita anggarkan tapi entah alasan apa dari Pemda khususnya Disperindag sehingga belum juga direalisasikan. Dari DPR sudah selesai tinggal menunggu dari Dinas terkait,”katanya, selasa (6/12).

Padahal lanjut politisi Hanura ini, komisi III sendiri ikut berjuang mendorong akomodir anggaran tambahan pasar tersebut, namun Disperindag malah terkesan abaikan aspirasi pedagang yang merupakan sumber pendapatan daerah. “Bapeda dan Disperindag juga sudah turun inventarisir di lapangan. Mereka telah mengetahui bahwa fasilitas yang perlu diperbaiki, tapi kenapa belum juga direalisasi. Saya sudah coba koordinasikan dengan dinas yang ada tapi sampai hari ini belum ada jawaban yang jelas, padahal untuk anggarannya sudah kami anggarkan tapi hingga saat ini belum ada pekerjaan,”pungkasnya.

Menurutnya, fasilitas yang dibutuhkan pedagang memang sangat penting, karena untuk kenyamanan dan kemudahan bagi pedagang selama beraktivitas di dalam pasar tersebut. “Kebutuhan air di pasar sangat penting bagi pedagang, apalagi toilet. Sebab, kebutuhan vital seperti itu bukan semata untuk kelancaran aktivitas tetapi juga kenyaman setiap orang yang ada di pasar. Jadi sebenarnya fasilitas ini harus diprioritas,”jelasnya.(sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *