HARIANHALMAHERA.COM– alokasi anggaran untuk biaya hidup Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua dan Wabup Kasman Hi. Ahmad, dalam APBD tahun 2025 kemarin ternyata terbilang mengiris jantung warga ibu Kota Halut, yakni Tobelo dan sekitarnya. Bepata tidak, ditengah keluh kesah kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, ternyata biaya hidup dua pimpinan daerah justeru tembus kisaran Rp 4 miliar lebih.
Biaya hidup Bupati Piet dan Wabup Kasman, sebagaimana terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2025, tercatat bahwa Pemkab Halut telah alokasikan anggaran untuk penunjang operasional, kebutuhan rumah tangga dan tunjangan kepala daerah terhadap kedua Kada secara bervariasi.
Dimana, dana penunjang operasioanl kepala daerah dan wakil kepala daerah misalnya, oleh Pemda Halut telah alokasikan anggaran sebesar Rp400 juta, namun telah realisasi anggaran sebesar Rp375.000.000.00. Kemudian, anggaran kebutuhan rumah tangga Kada yang disediakan sebesar Rp. 1.918.246.800.00, telah direalisasi sebesar Rp. 1.860.638.634.00, sementara untuk Wabup sendiri, disediakan sebesar Rp 1,679.502.000.00 tetapi hanya realisasi sebesar Rp. 1,595.501.218.00.
Selanjutnya, biaya operasional Kada dan Wakada yang dialokasikan anggaran sebesar Rp1.139.596.709, itu telah realisasi sebesar Rp996,941,941.00, dan terakhir tunjangan Kada serta Wakada, sebesar Rp289,956,709, telah realisasi anggaran 171,942,941,00.
Besarnya anggaran biaya hidup Bupati Piet dan Wabup Kasman, itu sontak membuat warga Tobelo dan sekitarnya gerah, sebab keluhan mereka soal jalan rusak yang bertahun-tahun tak kunjung diaspal dengan alasan kondisi keuangan tidak stabil, justru bertolak belakang.
“Anggaran untuk biaya hidup Bupati dan Wabup sebesar itu kalau dipakai bikin jalan dalam Kota Tobelo, pasti jalan sudah mulus, tapi sayang Pemda Halut lebih perhatikan hidup kepala daerah ketimbang perhatian infrastruktur jalan yang notabenenya jadi kebutuhan bersama,”geram warga Rawajaya, Selasa (5/5).
Warga pun berharap APBD Halut tahun anggaran 2026 ini, sedianya lebih focus pada pembangunan jalan yang belum dinikmati secara nyaman oleh masyarakat Halut, termasuk jalan dalam Kota Tobelo.(cal)












