BPJS Kesehatan Gelar Temu Pelanggan Peserta JKN – KIS

0
88
Peserta dari berbagai Badan Usaha di Halmahera mengikuti Webinar Nasional Temu Pelanggan Tahun 2020 di Hotel Kita

HARIANHALMAHERA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Halmahera Utara (Halut), menggelar Temu Pelanggan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) tahun 2020.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (2/11). Tujuannya untuk memberikan pemahaman terkait program pemerintah pusat berupa JKN – KIS tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta JKN – KIS Pekerja Penerima Upah (PPU) se-Halmahera Utara (Halut), sekaligus Webiner Nasional seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, regional Suluttenggo Malut.

Ada tiga materi yang disampaikan dalam kegiatan ini, yakni tentang wawasan hidup sehat dari Gusti Agung Kusuma Yudha Rai sebagai Brand Ambassador.

Kemudian Update Program BPJS Kesehatan dari Deputi Direksi BPJS Kesehatan, dan Smail Medium Enterprise (SME) dari Mark Plus Inc yang disampaikan oleh Argo Bramantya.

I Gusti Kusuma Yudha Rai atau yang sering disapa Ade Rai saat memberikan materi kesehatan pada Temu Pelanggan JKN KIS Region Suluttenggo Malut Tahun 2020 (Foto : Koperasi Andes)

Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, yang didapuk menjadi pemateri dalam kesempatan tersebut menuturkan, bekerja lebih dari 55 per-pekan memiliki risiko dibanding mereka yang bekerja dengan jam normal.

“Dan bekerja lembur dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi, terutama di kalangan kaum pria,” tutur Ade Rai – sapaan akrab Gustu Agung Kusuma Yudha Rai – secara virual dalam kegiatan yang digelar di Hotel Kita, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo, Halut, Senin (2/11).

Dengan demikian, menurut dia, yang perlu diatur adalah waktu. Sebab waktu sangat penting. “Karena waktu yang teratur dapat membantu meningkatkan produktivitas kita untuk mencapai kinerja yang lebih optimal,” katanya.

Bagi dia, waktu adalah sumber daya yang sangat berharga. “Mungkin kita diberi waktu selama 24 jam untuk bekerja. Tapi dalam durasi 24 jam itu kita gunakan untuk apa. Jadi kita harus mampu mengendalikan kondisi, jangan kondisi yang mengendalikan kita,” tandasnya.

Sebab dengan demikian, akan membuat kita mudah stres dan secara tidak langsung bakal ikut menguras banyak energi, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas.

“Padahal produktivitas yang optimal adalah salah satu kunci, terutama tercapainya word life balance. Jadi penting juga kita mempelajari stres management,” jelasnya.

Kepala BPJS Halut, Umar, dalam kesempatan itu mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya mengundang sebanyak 35 badan usaha di Halut. Pembahasannya terkait penerapan pola hidup sehat.

“Termasuk mensosialisasikan program JKN – KIS, serta menjaga produktivitas di masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak Februari lalu,” katanya.

Menurut dia, ini merupakan kewajiban BPJS sebagai badan penyelenggara untuk mensosialisasikan pentingnya kesehatan. “Apalagi di masa pandemi Covid-19,” tutupnya. (tr-5/pn/kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here