Data Covid Halut Bikin Bingung

Beda Sajian Data Bidang P2 Dinkes dan Situs covid19.halmaherautarakab.go.id

0
625

HARIANHALMAHERA.COM–Apakah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sudah bebas covid-19? Mungkin bisa dikatakan demikian. Pasalnya, tidak ada lagi informasi resmi dari pemerintah terhadap perkembangan covid-19. Justru yang ditemukan data kasus yang membingungkan.

Beberapa pekan terakhir, berseliweran informasi di media sosial terkait kasus covid-19 di Halut. Disebutkan ada 95 kasus positif. Namun jumlah itu tidak jelas apakah kasus terbaru atau kumulatif. Harian Halmahera pukul 23.00 WIT tadi malam, mencoba menelusuri data perkembangan kasus covid-19 di laman http://corona.malutprov.go.id/ yang biasa jadi rujukan resmi dalam pengambilan data kasus covid-19 se-Provinsi Maluku Utara (Malut).

Sayangnya, pada laman beranda yang menuliskan Monitoring Data Cobid-19 tertera tulisan cukup mengecewakan, bahwa update terakhir pada  Senin, 04 Januari 2021 pukul 20:02 WIT. Artinya, sudah enam hari tidak ada perkembangan informasi covid-19 di Malut. Kemudian, pada peta sebaran, saat di klik Kabupaten Halut, muncul angka; suspect 2; probable 0; terkonfirmasi 446; sembuh 334; meninggal 19. Untuk kasus harian (per 4 Januari) nihil kasus (0).

Tidak puas, di cek lagi di laman terkait di https://covid19.halmaherautarakab.go.id/. Diperoleh data per 10 Januari 2021, kasus terkonfirmasi positif sebanyak 225; kasus sembuh 6; meninggal dunia 4; OTG 535; ODP 12; dan  PDP 2. Dibandingkan dengan data yang disajikan Provinsi Malut, jelas ada perbedaan. Mengingat perbedaan update data.

Belum puas, wartawan koran ini mencoba mencari informasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Halut. Berdasarkan data dari Dinkes (Dinkes), telah tercatat sekitar dua ratus lebih warga Halut dinyatakan terjangkit virus tersebut.

Mengecewakan lagi, belum ada data terbaru. Belum ada release secara resmi tentang data terbaru di Januari 2021. Namun pihak Dinkes Halut menyebutkan, bahwa data update perkembangan kasus covid-19 yang positif hingga 5 Januari 2021 masih diangka 200-an kasus (selengkapnya lihat grafis, red).

Kepala Dinkes Halut Muhammad Tapi Tapi saat dikonfirmasi terpisah seputar perkembangan Covid-19, hanya menyampaikan data sebaran pasien terkonfirmasi postif per Kecamatan yang tersebar di 17 kecamatan se-Halut.

Dari data yang diberikan, ada dua Kecamatan yang tidak ada kasus sama sekali, yaitu Loloda Kepulauan (Lokep) dan Galela Utara (Galut). Kemudian, data kasus positif paling banyak berada di Kecamatan Tobelo sebanyak 113 orang, sementara Kecamatan Malifut hanya 7 orang.

Data itu sangat berbeda dengan data yang disajikan dalam laman https://covid19.halmaherautarakab.go.id/. Dimana pasien terkonfirmasi positif covid-19 terbanyak ada di Kecamatan Malifut sesebanyak 208 orang. Sementara di Kecamatan Tobelo hanya 4 orang terkonfirmasi positif. “Sampai saat ini atau berdasarkan data update tanggal 5 Januari 2021, masih ada pasien terkonfirmasi postif covid-19,” katanya, Minggu (10/1).

Ratuan pasien covid-19 tersebut, menurut Muhammad, telah jalani penyembuhan dengan melakukan karantina baik secara mandiri di rumah dan terpusat, seperti di Hotel serta rumah sakit darurat Covid-19 yang disediakan Pemkab Halut di Rusunawa Desa Kali Pitu Kecamatan Tobelo Tengah. “Pelayanan terhadap pasien covid-19 tetap jalan seperti biasa, mengingat sampai saat ini masih suasana pandemic tentunya pelayanan penganganan covid tetap jalan,” ujarnya.

Soal perbedaan data covid-19 ini sudah dicoba upaya konfirmasi, namun belum mendapat balasan dari pemerintah.(dit/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here