Halut

Data yang Dipublish Satgas Covid-19 Halut Janggal ?

×

Data yang Dipublish Satgas Covid-19 Halut Janggal ?

Sebarkan artikel ini
Pemakaman satu PDP asal Malifut, Halut, yang terkonfirmasi positif Covid-19. Foto: Istimewa

HARIANHALMAHERA.COM – “Satu orang terkonfirmasi Positif Covid-19 meninggal dunia”. Demikian judul yang disematkan akun resmi Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang disingkat Humaspemda Halut di laman media sosial Facebook, Rabu malam (13/5).

Postingan yang disertai foto proses pemakaman jenazah berinsial YN, pria berusia 63 tahun asal Kecamatan Malifut itu, sontak dibanjiri komentar dari para netizen. Harianhalmahera.com ikut memantau dalam kolom komentar tersebut.

Beberapa di antarnya, mencoba memberikan pembelaan. Seperti akun Fedyandry Banari. Ia menyebut istri YN berstatus orang tanpa gejala (OTG). Namun, kemungkinan positif lantaran masuk dalam klaster kapal KM. Dorolonda. Disini terjadi kontak erat dengan YN.

Dari rentetan pertanyaan dan tanggapan yang silih berganti, akun Humaspemda Halut pun menanggapi dengan menyebut: “yang meninggal statusnya ODP (orang dalam pemantauan-red)”.

Namun persoalan keabsahan data dan keterangan, beberapa warganet mempertanyakannya lebih jauh. Seperti akun Alexander Kroons yang menyebut, “harusnya bukan ODP lagi, sudah PDP (pasien dalam pengawasan-red) yang kemudian positif, begitu ya admin?,” tanya Alexander Kroons, sembari menautkan akun Humaspemda Halut.

Melewati satu komentar dari akun Jein Maisi Slanaunaung, admin Humaspemda Halut menyebut, hasil pemeriksaan Swab dari yang bersangkutan (YN) baru keluar sore tadi. Hasilnya positif Covid-19. Sewaktu pemeriksaan Swab, yang bersangkutan berstatus ODP.

Namun dalam rilis tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Halut, Deky Tawaris, menyebut YN sempat sakit dan lemas usai berkontak erat dengan istrinya yang melakukan perjalanan dari Jakarta, Ambon, ke Ternate menggunakan kapal KM Dorolonda.

Dari situ, YN langsung ditangani oleh petugas medis Puskesmas Malifut. Namun setelah di lakukan Rapid Test oleh Puskesmas Malifut, hasilnya reaktif. YN pun dilarikan ke RSUD Tobelo untuk dilakukan Swab, sembari dirawat lebih lanjut.

“Yang bersangkutan mulai dirawat sejak tanggal 3 Mei 2020 saat pertama kali masuk ke RSUD Tobelo. Selama menjalani perawatan 11 hari di RSUD Tobelo, yang bersangkutan baru diketahui mengalami sakit ginjal. Itu sesuai hasil pemeriksaan tim medis,” papar Deky dalam rilisnya, yang diterima Harianhalmahera.com, Rabu (13/5).

Menurut Deky, selama dirawat, kondisi pasien terlihat semakin memburuk sampai pada akhirnya meninggal dunia. “Hari ini pasien dipulangkan ke desanya di Malifut untuk dikuburkan, dan penguburan dilaksanakan dengan menggunakan standar protokol Covid-19 yang telah ditetapkan,” jelas Deky.

Salah seorang sumber Harianhalmahera.com di RSUD Tobelo, menyebut YN menghembuskan napas terakhir di ruang isolasi untuk penanganan Covid-19.

Sementara, sejak YN dirawat di Puskesmas Malifut hingga dirujuk di ruang isolasi RSUD Tobelo, data untuk kategori PDP di wilayah Halut masih 0 alias kosong. (Kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *