Di Tangan H Robert Nitiyudo, Ini Harapan Bupati Frans ke PT NHM

0
665
Bupati Halut Ir Frans Manery

HARIANHALMAHERA.COM–Sejak Juli hingga Agustus 2020, Presiden Direktur (Presdir) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) H Robert Nitiyudo secara khusus mengundang silaturahmi berbagai elemen masyarakat di lingkar tambang. Mulai dari tokoh adat, pemerintrah desa dan kecamatan, pemuda, hingga mahasiswa.

Tak sekadar silaturahmi, pertemuan itu pun dimaksudkan untuk menyatukan persepsi. Paling penting, H Robert ingin mendengarkan sendiri apa yang dapat dilakukan NHM yang kini dimiliki PT Indotan Halmahera Bangkit, bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang, khususnya dan membantu program pemerintah daerah umumnya.

Dari pertemuan ‘maraton’ itu lahirlah beberapa kesepahaman. Seperti bantaun bagi empat suku di lingkar tambang untuk melestarikan adat istiadat. Kemudian, menempatkan masyarakat sebagai penyuplai komoditas pangan ke perusahaan. Selain itu, kesiapan NHM ingin mendorong para pemuda menjadi entrepreneur melalui berbagai pelatihan keterampilan (life skill) yang nantinya bisa membuka usaha sendiri secara mandiri.

Keterbukaan PT NHM di tangan H Robert mendapat apresiasi dari Bupati Halmahera Utara (Halut) Frans Manery. Menurutnya apa yang dilakukan NHM saat ini, merupakan sebuah langkah positif untuk membangun kembali kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat lingkar tambang dan perusahaan dengan pemerintah.

“Saya tentunya sangat mengapresiasi jika NHM memiliki niatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang. Sebagai bupati, tentu secara tidak langsung NHM turut berpartisipasi dalam program pemerintah daerah,” kata Frans, kemarin.

Dia sangat berharap, semua rencana yang sudah disusun dengan biat baik ini, bisa terealisasi dan terlaksana dengan baik pula. Dia percaya NHM yang baru ini bisa melakukannya. “Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai rencana,” singkatnya.

Diketahui, selama ini Bupati Frans Manery terbilang tidak ‘cocok’ dengan NHM saat masih dimiliki perusahaan asing. Pemkab Halut, kata Frans yang pernah diwawancarai 2019, mengaku kecewa. Alasannya, NHM terlalu banyak janji.

“Saya tidak membenci NHM. Karena sebagaimana instruksi presiden, investor harus diterima dengan baik. Namun, satu hal yang saya kecewa, NHM terlalu banyak janji, baik ke pemerintah maupun ke masyarakat. Kalau memang tidak bisa merealisasikan, ya jangan memberikan janji,” kata Frans, 2019 lalu, saat berkantor di depan gerbang masuk PT NHM.

Disinggung apa harapannya bagi NHM yang baru ini, Frans menyebut, “semoga bukan sekadar wacana.” “Mudah-mudahan managemen PT NHM di bawah pimpinan H Robert Nitiyudo bisa membawa perubahan ke depan, baik masyarakat lingkar tambang, maupun membawa perubahan bagi Kabupaten Halut,” pintanya.

Tidak hanya itu, Frans juga berharap kepada masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang, agar bisa mendukung penuh rencana program pemberdayaan masyarakat yang akan dilakuka PT NHM. “Dengan niat baik dan tulus dari NHM yang baru saat ini, saya minta kepada masyarakat, berikanlah dukungan bagi NHM dalam beraktivitas dan dalam merealisasikan program pemberdayaan,” harap Frans.

Sebelumnya, Amin Anwar selaku perwakilan PT Indotan Halmahera Bangit—induk PT NHM, menegaskan bahwa sebagai perusahaan pihaknya selain berkewajiban memiliki program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), tapi juga akan ikut terlibat untuk membantu masyarakat agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih mandiri.

“PT NHM saat ini benar-benar berpedoman pada Permen ESDM No 41 Tahun 2016 tentang PPM. Itu tidak sekadar Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), tapi juga untuk lebih mendorong perekonomian, pendidikan, sosial budaya, kesehatan, dan lingkungan hidup di sekitar tambang, baik secara individu maupun secara kolektif,” kata Amin Anwar, perwakilan PT Indotan Halmahera Bangkit—induk dari PT NHM.

Menurutnya, sejak awal, Presiden Direktur (Presdir) PT NHM sudah menekankan, bahwa kehadiran perusahaan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan. “Caranya, dengan memberikan dukungan penuh kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di masyarakat,” kata Amin.

Selain itu, lanjut Amin, NHM Peduli yang selama ini menjadi garda terdepan perusahaan dalam kegiatan sosial kemasyarakat, oleh managemen sudah dipatenkan. “Kalau kemarin, kehadiran NHM Peduli awalnya sebatas membantu masyarakat terdampak covid. Kini sudah dipatenkan, NHM Peduli kini menjadi ujung tombak perusahaan dalam kegiatan sosial kemasyarakat di Maluku Utara (Malut), khususnya di Kabupaten Halut,” pungkasnya.(dit/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here