Distan Minta Petani Jangan Konversi Lahan Sawah

0
474
PANEN PERDANA:Asisten I Pemkab Halut J Papilaya, bersama Kepala Distan Malut Idham Umasangadji, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto, dan Kepala Distan Halut Daud, bersama masyarakat saat panen perdana. (foto: istimewa)

TOBELO — Konversi lahan sawah menjadi pemukiman menjadi kekhawatiran tersendi bagi pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut).Dinas Pertanian (Distan) pun meminta petani untuk tidak mengonversi lahan sawahnya.

“Saya berharap, lahan sawah yang sudah dikelola jangan dikonversi untuk penggunaan lain, seperti bangunan dan pemukiman,” pinta Kepala Distan Halut Daud SP MSi, Selasa (19/2).

Menurutnya, guna meningktkn produksi beras, saat ini pemerintah terus berupaya untuk memperluas areal persawahan di Kabupaten Halut.

“Kita kan lakukan perluasan areal cetak sawah seluas 130 hektar di Desa Paca. Dari luas sawah tersebut, dapat menghasilkan padi sebesar 468 ton per tahun,” kata Daud, di sela acara panen perdana padi varietas Mekonggayang dikelola kelompok tani Desa Paca, Kecamatan Tobelo Selatan (Tobsel).

Dirinya yakin, jika areal persawahan yang ada terus diperluas, maka ketersediaan beras di Halut akan berlimpah.

“Stok aman, bahkan Halut bisa menjadi salah satu daerah pengekspor beras,” katanya, optimis.

Panen perdana ini ditandai dengan pemotongan padi oleh Asisten I Pemkab Halut J Papilaya, didampingi Kadis Pertanian Provinsi Maluku Utara (Malut) Idham Umasangadji, dan Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto.

Pencetakan sawah ini mendapat bantuan alokasi dana dari provinsi sebesar Rp19 juta per hektar yang bersumber dari APBN. (fik/cal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here