Halut

Donasi Alfamidi Disorot, Ingin Disalurkan di Halut

×

Donasi Alfamidi Disorot, Ingin Disalurkan di Halut

Sebarkan artikel ini
Suasana ramai saat peresmian salah satu gerai Alfamidi yang ada di Kota Tobelo, Halmahera Utara beberapa waktu lalu

HARIANHALMAHERA.COM–Donasi Alfamidi, salah satu waralaba minim market yang memiliki ribuan gerai di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Halut, kembali disorot masyarakat. Lagi-lagi yang disorot soal donasi. Karena selama ini masyarakat tidak diberikan penjelasan resmi terkait donasi.

Persoalan ini pun ramai dibahas warganet yang ada di Halut. Berawal dari tidak adanya uang pengembalian ke pelanggan. Para kasir hanya berujar bersedia atau tidak untuk didonasikan. Hanya saja, dari beberapa gerai yang ada, sama sekali tidak ada informasi tertulis terkait donasi. Yayasan apa yang mengelola donasi, badan hukumnya, nomor rekeningnya,  kemana sumbangan donasi diberikan, dan berapa banyak donasi yang sudah terkumpulkan.

Sebagaimana keluhan Wanto, pelanggan Alfamidi. Dia mengkalkulasi, jika sebanyak 23 Alfamidi yang beroperasi di Halut, kemudian jumlah pelanggan yang datang mencapai 2.000 orang per hari dan masing-masing mendonasikan Rp 300, maka sudah terkumpul Rp 600 ribu. “Itu baru satu hari, bagaimana jika hitung mingguan, mungkin ratusan juta,” katanya.

Pelanggan lainnya juga mengaku, mereka dilematis saat berada di depan kasir yang tidak memiliki uang kembalian. Saat disodorkan kalimat ingin didonasikan, tentu itu menjadi pilihan. “Ya bagaimana lagi, mau tidak mau diiyakan (donasi),” kata pelanggan.

Bahkan, warganet lainnya mengandaikan jika uang donasi itu untuk korban banjir di Halut, pasti lebih nyata daripada ditampung yang realisasinya entah nanti kemana dan untuk siapa.

Beberapa warganet pun membandingkan dengan supermarket lokal. Jika tidak ada uang kecil sebagai kembalian, ditukar dengan permen. “Kami sebenarnya bukan tidak ingin berdonasi, tapi kami inginkan donasi itu jelas kembali ke masyarakat Halut yang membutuhkan,” ujar pelanggan yang ditulis melalui laman medsos.

Para pelanggan ini pun berharap, Pemkab Halut dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bisa membuat kebijakan khusus, jika donasi itu harus disalurkan kembali di Halut sebagai bagian dari dana Corporate Social Responsive (CSR) Alfamidi.

Meski demikian, ada juga pelanggan lainnya yang justru mendapatkan yang kembalian lebih. Beberapa pelanggan mengaku, sering mendapat kembalian lebih ketika tidak ada uang kecil. “Seperti saya, pernah tidak ada uang kembalian Rp 600, kasir memberikan Rp 1.000 sebagai kembalian,” kata pelanggan yang ingin namanya tidak ditulis.

“Saya juga sering ditanya mau donasi, saya bilang tidak. Karena tidak ada uang kecil, kasir mengembalikannya lebih. Intinya kan tinggal bilang saja tidak ingin donasi, pasti dikasih uang kembalian,” sambung pelanggan lainnya.

Upaya konfirmasi ke pihak Alfamidi terkait sorotan donasi, terkesan berbelit-belit. Wartawan Harian Halmahera saat menyambangi salah satu gerai untuk konfirmasi, hanya memberikan sebuah nomor telepon yang disebut manajer Alfamidi yang berada di Ternate.

Ketika ditelpon, yang bersangkutan mengaku sibuk dan kembali memberikan nomor telepon lain untuk dihubungi. “Saya masih sibuk. Jadi hubungi saja Stenly, dia bagian departemen,” kata sang manajer.

Upaya mengonfirmasi ke nomor telepon yang diberikan manajer, berakhir buntu. Berkali-kali dihubungi tapi tidak meresponnya. Dihubungi lewat aplikasi chat WA, juga tidak dibalas.

Demikian pula konfirmasi ke Disperindag Halut, belum mendapat keterangan dari Kepala Disperindag.(tr-05/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *