Gubernur Setuju Take Over RS MER-C

0
116
TERKENDALA DANA: Rumah Sakit MER-C di Galela

HARIANHALMAHERA.COM–Sudah hampir sembilan tahun, Rumah Sakit (RS) MER-C yang dibangun di Galela, Halmahera Utara (Halut) belum juga tuntas. Keterbatasan dana menjadi salah kendala utama pembangunan RS yang baru mencapai 90 persen ini.

Bahkan, untuk mengaktifkan RS yang dibangun Yayasan MER-C bersama warga Galela ini di Desa Towara itu dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, warga pun meminta agar kelanjutan RS ini bisa ditake over Pemprov dan dijadikan RSUD.

Permintaan ini diutarakan langsung Anggota DPRD Provinsi Malut dapil II Halut -Morotai Jasmin Rainu saat turun reses.

“Panitia pembangunan RS dan yayasan MER-C Galela telah berupaya tetapi terkendala dengan biaya sehingga saat reses kemarin, masyarakat meminta agar RS ini diambil alih pemerintah provinsi sehingga secepatnya diaktifkan,: kata Jasmin.

Jasmin menuturkan mengaku pembangunan RS mulai tersendat setelah ketua Yayasan MER-C pusat dr Yoze Rizal selaku pencetus pembangunan RS meninggal dunia.

Pertimbangan mendasar dibangunnya RS MER-C di Galela pada tahun 2012 adalah ketika korban konflik horizontal saat itu tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Sementara RS yang ada hanya di Tobela dengan  jarak tempuh cukup jauh. “Pada kondisi pasca konflik RS di Galela sangat dibutuhkan untuk mendekatkan rentang kendali pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah Galela dan Loloda,”katanya.

Secara fisik, pembangunan gedung RS sudah mencapai 90 persen dan sudah dapat dipakai. Namun, terkendala pada dukungan anggaran. Apalagi, pihak Yayasan MER-C pusat saat ini juga tengah fokus membangun RS di negara0-negara konflik seperti Rohingya dan Pelestina.

Atas dasar itulah lewat pandangan umum fraksi, partai demokrat minta Pempov segera mentake over RS MER-C Galela sekaligus menjadikannya sebagai salah satu RSUD di bawah pengelolaan Pemprov.

Jasmin mengaku, usulan ini telah mendapat respon positif dari Gubernur melalui jawaban atas pemandangan umum fraksi demokrat. Karena itu, pihak Yayasan MER-C Galela melalui ketuanya Arifin Neka pun sudah menyampaikan surat persetujuan kepada Gubernur.

Menindaklanjuti respon Gubernur itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Malut dr Idhar Sidi Umar meminta agar segera ditindak lanjuti dengan mengundang pihak yayasan MER-C Galela untuk duduk bersama membicarakan hal-hal teknis terkait proses take over RS yang berdiri diatas lahan seluas 4 ribu hektar ini.

“Harapan kami pada tahun 2021 sudah ada aksi pengoperasian RSUD MER-C Yoze Rizal Galela,” pintanya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here