Gudang Alfamidi Tertumpuk Migor

Disperindag: Akan Segera Didistribusi ke 30 Ritel

0
265
SIDAK ; Kadis Perdagangan dan Perindustiran melakukan isnpeksi mendadak di sejumlah supermarket di kota Tobelo (Foto : Faisal/harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Penjualan minyak goreng (Migor) oleh beberapa pengusaha ritel toko modern maupun swalayan di Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara disinyalir telah sengaja dilakukan secara sembunyi-sembunyi alias dipajang hanya sedikit. Ulah tersebut dilakukan menyusul persediaan migor saat ini sudah sangat menipis di pasaran.

Dugaan permainan penjualan Migor ini terungkap setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Halut, rabu (9/3) kembali turun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah retil dan swalayan yang tersebar di Kecamatan Tobelo, dimana ditemukan ada salah satu gerai yang secara mendadak memajang migor setelah didatangi petugas Disperindag Halut.

Namun, pihaknya tidak menyebut secara terang toko yang menjual secara kucing-kucingan.”Hari ini (kemarin,red) kami Disperindag Halut kembali turun melakukan inspeksi stok minyak goreng dan hargnya ke ritel toko modern, setelah adanya keluhan dari masyarakat soal kekosongan minyok goreng,” kata Kepala Disperindag Halut, Nyoter Koenoe.

Inspeksi sekaligus penertiban harga migor oleh Disperindag itu  sasarannya ke ritel sejumlah toko di Tobelo salah satunya Alfamidi, bahkan melakukan pemeriksaan langsung ke gudang untuk memastikan stok Migor, yang ternyata dari sejumlah gudang pertokoan yang di sidak terdapat salah satu gudang Alfamidi di Desa Gura Kecamatan Tobelo yang telah ditemukan tumpukan stok Migor.

“Sebenarnya stok minyak goreng masih tersedia di Halut, seperti di ritel Alfamidi yang sampai saat masih tersedia dan rencananya hari ini (rabu kemarin) akan di distribusikan ke 30 ritel Alfamidi yang ada di Halut,”ujarnya usai sidak gudang Alfamidi.

Sejauh ini menurutnya, penjualan Migor di ritel Alfamidi yang tersebar di Kabupaten Halut masih patuh terhadap edaran harga yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp.14 ribu per liter. “Minyak goreng yang di jual oleh pihak Alfamidi mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni per liter Rp.14 ribu. Sedangkan untuk yang 2 liter perliter Rp.28 ribu,”ujarnya.

Persediaan Migor di pasaran menurutnya, di beberapa ritel modern masih tersedia hanya saja sudah mulai menipis dan ada juga telah kosong akan tetapi harga jualnya masih stabil sesuai penetapan pemerintah.”Dari data yang kami kantongi soal minyak goreng, dimana  setiap bulan maupun perminggu ada distribusi migor ke Halut, seperti bulan kemarin telah masuk sebanyak 1000 karton Migor ,”ungkapnya.

Nyoter menambahkan bahwa untuk memastikan persediaan Migor tetap ada dan harganya terus stabil maka akan dibuat surat edaran yang ditujukan ke sejumlah toko maupun pedagang.”Kami akan mbuat surat edaran terkait dengan harga Migor yang sudah di tetapkan oleh pemerintah sehingga harga Migor di Halut harus merata,”tandasnya.(cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here