Halut

H Robert Peduli: Hari Ini Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah

×

H Robert Peduli: Hari Ini Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah

Sebarkan artikel ini
Hansed Pither Lasa

HARIANHALMAHERA.COM–Program bedah 1.000 unit rumah di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), khususnya di lingkart tambang PT Nusa Halamhera Minerals (NHM), akan dimulai pada Rabu (3/3). Program ini diawali dengan simbolisasi peletakan batu pertama oleh Presiden Direktur (Presdir) seklaigus pemilik saham PT NHM, H Robert Nitiyudo Wachjo.

“Sesuai agenda, besok (hari ini, red) Presdir PT NHM H Robert akan melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya program bedah rumah,” kata Manajer Kinerja Sosial (Social Performance/SP) Hansed P Lassa, kemarin.

Menurut Hansed, acara peletakan batu pertama akan dipusatkan di Desa Kao, Kecamatan Kao. Termasuk pemerintah daerah, kecamatan, dan desa, seluruh stakeholder di lingkar tambang akan hadir.

“Program bedah rumah ini masuk dalam programnya H Robert Peduli, bukan program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) PT NHM. Artinya, seluruh pendanaan langsung dari pribadi H Robert,” terangnya.

Ditambahkan, launching program bedah rumah akan diawali dengan pemberian bantuan 5.000 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di wilayah lingkar tambang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, program bedah rumah tersebut merupakan inisiatif pribadi dari H Robert. Anggaran yang dikeluarkan dari kantong pribadi ini terbilang cukup fantastis. Menyentuh angka Rp 50-60 miliar. Sebagaimana informasi diperoleh, bahwa biaya rehab untuk satu unit rumah sekira Rp 50-60 juta.

Bedah 1.000 unit rumah ini memang direncanakan untuk rumah tak layak huni yang ada di 17 kecamatan di Kabupaten Halut. Meski demikian, rumah-rumah tak layak huni di wilayah lingkar tambang, tetap akan menjadi prioritas utama. “Karena itu program ini kembali dikoordinasikan dengan para camat dan kades, meski sebelumnya sudah dibahas bersama di Jakarta,” terangnya.

Untuk pengerjaannya, menggunakan metode swakelola. Para pekerja diambil dari warga di desa setempat. Tujuannya, agar program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik rumah, tetapi warga lainnya yang berporfesi sebagai tukang, ikut turut merasakan manfaatnya.

Tidak hanya itu, anggaran bedah rumah ini juga termasuk perlengkapan dalam rumah. Seperti kursi, tempat tidur, alat dapur, dan kebutuhan penting lainnya. “Sederhanya, program ini akan mengubah rumah dari tak layak huni menjadi rumah permanen,” ujarnya.

Disinggung soal pengawasan pengerjaan, Hansed menyebut, selain program ini diawasi khusus oleh H Robert melalui tim bedah rumah, juga pastinya akan diawasi oleh seluruh masyarakat khususnya warga di desa. “Pak H Robert dengan niat tulus untuk membantu warga. Beliau sudah mempercayakan pelaksanaannya pada camat dan kepala desa yang tahu betul kondisi warganya. Beliau juga memberikan insentif untuk pelaksanaan dan pengawasan program,” aku Hansed.

Ditambahkan pula, terkait kemungkinan tumpang tindih dengan program bedah rumah dan pemerintah, Hansed menyebut, persoalan itu sudah dibahas. Nantinya, rumah yang sudah masuk dalam daftar bedah rumah oleh pemerintah, tidak bisa lagi didaftarkan dalam program bedah rumah dari H Robert. “Ini untuk menghindari tumpang tindih tadi,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, camat dan kades memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada H Robert. Sebagai perwakilan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa, diakui program tersebut sangat membantu program-program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. “Ini luar biasa. Kami sangat berterima kasih kepada pak haji (sapaan H Robert),” kata Kades Barumadehe dan beberapa kades lainnya.(cw/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *