HARIANHALMAHERA.COM– remaja asal Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, beranama Gedalti Pasaribu (19), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berwisata ke wisata air terjun jembatan alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, pada Sabtu akhir pekan kemarin (8/8), akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan sehari kemudian, tepatnya Minggu (9/8) sekira pukul 15.20 WIT. Namun, sayang, pria muda tersebut ditemukan sudah tak bernyawa lagi.
Sebelumnya, upaya pencarian korban yang dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Halut, TNI-Polri, Pemdes serta warga Desa Kokota Jaya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Halut, itu sempat menyisir kawasan wisata air terjun hingga menyelam ke dasar air terjun, akan tetapi belum kunjung temukan.
Tak menyerah, tim SAR gabungan pun melakukan pencarian dengan metode tradisonal yang kerap dilakukan terhadap orang yang hilang di air terjun, yaitu membuat penggait dari bambu dan kayu, alhasil jasad korban pun mendadak muncul ke permukaan, sehingga tim penolong langsung bergegas evakuasi jasad korban.
Kepala Markas PMI Halut, A. Rahman Tjereni, yang juga ikut dalam tim pencarian tersebut membenarkan bahwa korban wisata air terjun jembatan alam ditemukan tersebut sudah meninggal dunia.
“Sebelumnya kami bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian pada Minggu pagi pukul 09.00 WIT dengan menggunakan alat Selam, namun hingga pukul 13.00 WIT korban belum juga ditemukan. Kemudian Kades Kokota Jaya melakukan koordinasi dengan Kalak BPBD Halut dan Basarnas di lokasi agar pencarian berikutnya dilakukan oleh warganya dengan menggunakan jaring ikan. Pada pencarian pertama ditemukan barang korban berupa alat musik salon aktif. Kemudian warga mencoba lagi namun belum berhasil menemukan korban,”ungkapnya.
Setelah itu menurut Rahman, warga kemudian menggunakan alat tradisional berupa penggait dari bambu dan kayu, yang ternyata tak berselang lama korban ditemukan dan diangkat dari dasar air. “Setalah jenazah korban ditemukan, tim langsung evakuasi dari lokasi TKP yang jalurnya cukup ekstrim dan terjal, tapi Alhamdullilah sesampainya di pos utama, korban lansung dibawah ke RSUD Tobelo atas permintaan kedua orang tua Korban, dan rencananya korban akan di semayamkan di rumah dukanya di Desa Kao, Kecamatan Kao Induk,”pungkasnya.
PMI Halut sendiri dikatakan Rahman, tentu turut berduka cita, atas peristiwa yang menimpa korban tersebut. “Kami menyampaikan duka yang sangat mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan. Atas nama Palang Merah Indonesia, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemdes Kokota Jaya dan warganya, yang telah membantu Tim Gabungan dalam proses pencarian hari ini, hingga pencarian inipun berhasil,”tuturnya.(rif)












