Ibu dan Anak Tewas Terjebak di Kamar

0
931
Terbakar : Kondisi Toko Sinar Mas usai dilahap api beberapa waktu lalu

HARIANHALMAHERA.COM– Setelah Toko Surya yang terbakar awal 2018 lalu, kebakaran hebat kembali terjadi
di kawasan pertokoan di Jalan Kemakmuran, Tobelo, Halmahera Utara (Halut).

Kali ini, bangunan yang terbakar adalah Toko Sinar Mas yang berjarak kurang lebih 200 meter dari Toko Surya. Sama seperti Toko Surya, kebakaran yang menimpa toko milik mendiang Edy Tobin (Yok Chong), salah seorang pengusaha sukses di Tobelo itu juga terjadi jelang subuh, yakni Kamis (20/6) sekitar pukul 04.00 WIT.

Kebakaran yang terjadi lantai dua itu tidak hanya menghanguskan sebagian harta benda, namun juga menewaskan empat orang. Dimana tiga korbannya adalah anak dan ibu. Mereka adalah Serly Andreasteo (47) beserta dua anaknya Chritoper Tobin (15) dan Wiliam Tobin (13). Sedangkan satu korban tewas lagi adalah Idris Hadianto.

Serly sendiri adalah istri dari mendiang Kuandang Tobin, anak pertama mendiang Edy Tobin dan Ratnawai Yapen (Cim), sedangkan Korban Idris adalah kerabat dari Serly yang diketahui suami dari Sulience Laelianus.

Keempat kerabat Edy itu tidak bisa diselamatkan karena terjebak di dalam kamar yang berada di lantai dua bangunan Toko Sinar Mas. Selain mereka, ada empat penghuni toko lain yang pagi itu berada di lantai satu dan tiga.

Mereka adalah Mutija (66) yang bekerja sebagai koki di Toko Sinar Mas, Asti Kurais (20), Indira Aralah (18) Ningsih Kodobi (27) ketiganya adalah karyawan toko. Beruntung, keempatanya berhasil menyelamatkan diri melawati tangga dan pintu belakang.

Mohtar Krikof salah satu penjual nasi kunung yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran menuturkan, kebakaran toko Sinar Mas pertama kali dilihat oleh salah satu pelanggannya yang malam itu tengah membeli dagangannya. “Saya langsung panic kira saya punya warung yang terbakar,” ucapnya.

Dia sempat berlari keluar di depan jalan dan melihat api di lantai dua Toko Suinar Mas. Dia pun langsung meninggalkan daganganya menuju ke lokasi untuk beruapaya menyelamatkan penghuni toko.

Di lokasi, Mohtar berhasil menyelamatkan Mutija, koki di Toko Sinar Mas “Karena api semakin besar saya suda tidak kembali, tetapi saya tidak tau api berasal dari mana, yang pastinya api pertama terlihat di lantai dua,” tuturnya.

Mutija yang hanya bisa menyelamatkan baju di badan mengisahkan saat kebakaran terjadi dirinya tengah berada di lantai 1 membuat sarapan pagi untuk penghuni tokoh. Saat tengah memasak, dia mendengar suara teriakan di lantai dua. Dia lalu bergegas naik ke lantai dua.

Disana dia melihat percikan api dan asap semakin tebal. “Saya langsung teriak minta tolong ke penghuni Toko yang saat itu lagi tidur tertidur agar keluar,” katanya.

Karena api semakin membesar, dia pun memutuskan turun ke lantai satu dan berusaha keluar dari dalam toko. “Di situ saya langsung diselamatkan pak Mohtar,” katanya.

Teriakan kebakaran juga membuat tiga penghuni toko yang tengah tidur di lantai tiga yakni Asti, Indira dan Ningsih, terbangun, Mereka pun langsung bergegas turun ke lantai dua. Melihat api semakin besar mereka berteriak meminta pertolongan, “Kami bertiga langsung keluar lewat pintu belakang dan turun ke lantai satu,” Kisah, Asti dengan ketakutan.

Di Lantai satu yang memang tidak sempat terbakar, mereka tidak melihat Sherly beserta dua anakanya dan Idris, “Ci serly dan ko Apen dan dua anaknya masih berada di lantai dua,” katanya.

Api sendiri baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.45 setelah dua unit mobil pemadan milik Kebakaran pemkab Halut dan satu water canon Polres Halut tiba di TKP 30 menit pasca
kebekaran.

Tak lama kemudian, tim identifikasi dari Mapolres Halut pun langsung tiba di lokasi dan mengeluarkan jasad Serly beserta dua anaknya serta Idris dari dalam toko untuk dibawa ke
RSUD. Saat kebakaran, Serly beserta dua anaknya tidur di kamar di lantai dua yang terpisah dengan kamar yang ditempati korban Idris.

Kasat Reskrim Polres Halut AKP. Rusli Mangoda belum bisa memastikan penyebab kebakaran di Toko Sinar Mas itu. Namun, dugaan kuat, kebakaran yang menghanguskan lantai dua dan tiga itu berasal dari hubungan arus pendek listrik.

“Dugaan sementara korsleteng listrik, akan tetapi tim identifikasi akan masih akan menyelidiki lebih lanjut,” ucapnya.

Soal kerugian atas musibah tersebut, menurutnya, belum dapat dipastikan berapa besar tetapi melihat bangunan dan isinya tentu perkirakan mencapai ratusan juta. “Tindakan polisi yang diambil saat ini adalah selain turun TKP untuk minta keterangan saksi, amankan TKP dan mengevakuasi korban, tentu dilakukan pendalaman kasus kebakaran,”tuturnya.

Sementara informasi yang diperoleh dari beberapa kerabat dekat keluarga mendiang Edi Tobing menyebutkan, keempat jenasah keluarga mereka akan diberangkatkan hari ini ke
Jakarta untuk dikeramasi. (fik/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here