KAHMI Halut Mencari Pemimpin yang Hargai Waktu

0
385
Musyawarah Daerah KAHMI Halmahera Utara. Foto: Ardi/Harian Halmahera

HARIANHALMAHERA.COM – Musyawarah daerah (Musda) II Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Halmahaera Utara (Halut) yang dijadwalkan oleh panitia pelaksana pada Kamis (3/9), akhirnya terlaksana dan berakhir penuh hikmat.

Kegiatan bertemakan; “Rekonstruksi Semangat Kejuangan dan Kelembagaan KAHMI Mewujudkan Komitmen Keumatan dan Kebangsaan”, ini digelar di room Grenland Hotel, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Halut yang diwakili Asisten II Setda Pemda Halut, Muhlan Ando.

Momentum Musda KAHMI Halut itu tidak sekadar mencari sosok pemimpin baru, melainkan ajang silaturahmi dan temu kangen. Sebab, sejumlah sesepuh majelis wilayah KAHMI se – Malut yang sebagian besar menjadi pejabat pemerintah dan akademisi telah bertemu di arena Musda tersebut, seperti Dr. Darsis Humah, Syahril Djurumudi dan sejumlah sesepuh pengurus KAHMI Malut lainnya.

Sesepuh Majelis KAHMI Malut, Dr. Darsis Humah, dalam sambutanya menyampaikan, musda KAHMI Halut kali ini harus mencari sosok ketua yang menghargai waktu, karena organisasi dapat berjalan atau vakum apabila disiplin ruang dan waktu tidak ada.

“Saya sarankan dalam Musda KAHMI Halut ini harus memilih pengurus, terutama ketua yang menghargai waktu demi berlangsungnya lembaga ini,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Setda Halut, Muhlan, mengatakan, Bupati Halut telah menitip pesan bahwa Pemda Halut berharap kader KAHMI Halut ikut bekerja sama dalam membangun daerah, setidaknya membantu pemda menyelesaikan permasalahan di daerah.

“Sedianya kegiatan ini dihadiri Bupati Halut atau wakil Bupati Halut, namun mereka saat ini disibukan momentum pilkada dan kegiatan kedinasan, sehingga belum sempat hadiri. Olehnya itu, disampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada panitia musda KAHMI Halut,” ujarnya.

Terpenting lagi, lanjut mantan Camat Galela ini, bersama-sama menjaga Kamtibmas mengingat saat ini dihadapkan pada pesta demokrasi, yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halut periode 2020-2025.

“Soal pilihan memang berbeda, tetapi terpenting adalah menjaga persatuan dan kedamaian untuk daerah. Kemudian soal kritik terhadap pemerintah adalah hal wajar, dan itu akan menjadi saran untuk membangun daerah,” tuturnya.(dit/Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here