Lembaga Adat Lingkar Tambang: NHM di Tangan H Robert Sejahterakan Warga

0
66
Pose bersama Presdir sekaligus pemilik PT NHM dengan 4 sangaji usai pertemuan

HARIANHALMAHERA.COM– Meski rentetan terobosan yang dicanangkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dibawa bendera PT Indotan dengan pimpinan H Robert Nitiyudo Wachjo telah dianggap sebagian besar public Maluku Utara sangat luar biasa, karena mampu membuat semangat hidup bagi warga lingkar tambang maupun berdampak sejahterah seluruh penduduk Kabupaten Halut hingga Malut secara umum, namun masih ada sekolompok orang yang menilai buruk kehadiran PT NHM.

Sejumlah sajian program PT NHM disebut telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat lingkar tambang dan secara umum public Malut, meski usia NHM setelah diambil alih oleh H Robert Nitiyudo Wachjo dari Newcrest Mining Lt. baru dua tahun lebih tepatnya tahun 2020. Gaya menambang PT NHM ditangan H Robert pun menuai apresiasi lantaran menggunakan motto ‘Menambang Dengan Hati’ sehingga tak heran bila selain sajian program-program yang menyentuh hati masyarakat juga membuka tambang rakyat bagi warga yang ingin mengais rezeki dengan mendulang emas di atas lahan NHM.

Kehadiran PT NHM dibawa pimpinan H Robert Nitiyudo Wachjo ini mendapatkan support dari sejumlah elemen masyarakat dan Pemerintah terutama Pemda Halut termasuk 4 suku di lingkar tambang PT NHM. Bagi lembag adat setempat kehadiran PT NHM saat ini lebih menguntungkan warga lingkar tambang dibanding NHM di zaman Newcrest yang mana tidak pernah melakukan terobosan mensejahterahkan.

“Padahal NHM sekarang ini (NHM pimpinan H Robert) lebih banyak berbuat untuk masyarakat Malut terutama lingkar tambang NHM, artinya tidak hanya memberikan tanggung jawab perusahan pada Daerah tetapi menyajikan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, berbeda dengan NHM masih Newcrest yang tidak ada kontribusi ke warga lingkar tambang,” kata Yunus Ngetje, Fanyira Suku Pagu, selasa (21/6).

Menurutnya, program NHM yang sangat berdampak manfaatnya adalah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang dicanangkan PT NHM di bidang pertanian, dimana NHM telah berdayakan kelompok tani (Poktan) yang ada di 83 Desa dan tersebar di 5 Kecamatan lingkar tambang, yakni Kao Teluk, Malifut, Kao, Kao Utara dan Kao Barat untuk bercocok tanam atau budidaya rempah-rempah masakan dapur, kemudian bidang perikanan hingga pengembangan usaha ekonomi kreatif lain yang dimiliki warga lingkar tambang.

“Jadi aneh kalau sekelompok orang yang mengatasnamakan warga lingkar tambang NHM seperti Fahri Yamin dan rekan-rekannya menyebutkan bahwa keberadaan PT NHM tidak memberikan dampak untuk kesejahteraan masyarakat, justeru NHM hadir menjawab semua keresahan warga yang sudah sangat lama hidup susah diatas kekayaan sendiri. Intinya H Robert bersama manajeman NHM telah mampu keluarkan warga lingkar tambang dari kesengsaraan hidup,”tandasnya.

Terobosan terbaru yang dibuat H Robert sebagai wujud perhatian dan peduli hidup warga lingkar tambang adalah merubah system PPM sekaligus mengalihkan ke Desa untuk dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena dianggap masyarakat setempat yang lebih mengetahui kebutuhannya sendiri dan tentunya lebih tepat sasaran.

“Ketika dialihkan program PPM ke BUMDes maka dipastikan semua program tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat lingkar tambang, apalagi pelaksanaan program ikut diawasi oleh pihak kepolisian sehingga lebih transparan,”ujarnya.

Sekretaris Lembaga Adat Towiliko, Fanverend Karapeo pun ikut mengecam pernyataan Fahri Yamin dan rekan-rekannya, sebab apa yang disampaikan itu terkesan tidak sesuai kenyataan.

“Apa yang kurang dari pemberian PT NHM dibawa kendali pa Haji Robert, hampir semua sajian program telah menyentuh kebutuhan, bahkan karyawan NHM pun lebih banyak putra-putri daerah atau terbanyak warga lingkar tambang,”ungkapnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here