Mantap, PLN Berhasil ‘Terangi’ Pulau Meti

Rasio Elektrifikasi Halmahera Utara Capai 96 Persen

1
562
TERANG: Pembangunan tower transmisi dengan jaringan distribusi 20 kV yang menghubungkan beberapa pulau. (foto: PLN for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Program nasional menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik di 2020. Progres terbaru dari program tersebut, yakni PLN berhasil ‘menerangi’ Pulau Meti, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Sebagaimana keterangan tertulis lewat surat No. 202.PR/STH.00.01/VIII/2020 yang diterima harianhalmahera.com, PLN berhasil mengalirkan listrik ke Pulau Meti. Pekerjaan ini terbilang sulit. Pasalnya, PLN dalam penyelesaian pengerjaan jaringan listrik harus menyeberangi laut sepanjang 800 meter.

KERJA KERAS: Para teknisi PLN saat mengerjakan pembangunan tower transmisi. (foto: PLN for Harian Halmahera)

Dalam release disebutkan, dengan tantangan tinggi dalam proses pengerjaannya, akhirnya PLN berhasil menyambungkan listrik demi memberikan terang untuk warga dan secara langsung memberikan dampak positif dalam mendongkrak perekonomian di pulau yang dihuni 849 kepala keluarga tersebut.

Terutama untuk membantu menghidupkan geliat pariwisata di Pulau Meti, terlebih Pulau Meti memiliki kekayaan wisata bahari yang luar biasa dan juga terdapat peninggalan sejarah pada masa Perang Dunia II.

Diketahui, selama ini yang menjadi kendala dalam pembangunan tower transmisi dengan jaringan distribusi 20 kV ini dikarenakan kondisi geografis kepulauan.

“Kami membangun Meti Crossing yakni tower transmisi yang digunakan untuk menyalurkan tegangan 20 kV. Biasanya, tengangan 20 kV hanya menggunakan tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM). Namun  kami harus membangun jaringan listrik yang bisa menyeberangi laut melalui pulau-pulau, maka kami menggunakan konstruksi untuk tower transmisi,” Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda.

“Ini juga menjadi tower transmisi pertama di Pulau Halmahera dan sekitarnya,” sambungnya.

Dijelaskan, jaringan 20 kV ini menghubungkan listrik Desai Mawea di Pulau Halmahera ke Pulau Meti melalui pulau Magaliho dan Pulau Gumilamo.

“Kendala yang terjadi yaitu andongan yang rendah, sekitar 3-4 meter dari permukaan air saat menghubungkan Tower sejauh 820 meter. Meski demikian, dengan komunikasi yang baik dari pemerintah setempat dan juga pihak pabrikan, dilakukan penambahan extend 10 meter dari konstruksi tower tersebut,” tambah Huda.

Di sisi lain, Huda menyebut hingga Juli 2020, rasio elektrifikasi di Kabupaten Halmahera Utara sebesar 96 persen dengan rasio desa berlistrik sebesar 91 persen. Menurutnya, PLN terus berupaya melistriki seluruh pelosok tanah air guna mendukung program pemerintah menuju rasio elektrifikasi 100 persen di Indonesia.(pn/dit/fir)

1 KOMENTAR

  1. Pada foto kerja keras penjelasan yang ditulis editor “para teknisi PLN dst” yang benar adalah karyawan PT. Putra Pertiwi persada sedang memasang penambahan tinggi tiang di Mawea.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here