Parpol Pengusung Teror FM-Mantap

0
222
Pengambilan sumpah pejabat pemkab Halut oleh Bupati Halmahera Utara (Foto : Faisal/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Setelah beberapa kali terjadi penundaan perombakan kabinet pemerintahan FM-Mantap (Frans Manery-Muchlis Tapi-Tapi), akhirnya senin (30/5) kemarin telah digelar prosesi pelantikan pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan Pemkab Halut. Namun, tak disangka bahwa prosesi pengkukuhan pejabat teras yang berlangsung di Pandopo lantai II Kantor Bupati Halut itu dikabarkan bahwa sebelum menjelang pelantikan sempat menuai prostes keras hingga serangan ancaman (terror) yang diduga dilancarkan oleh partai politik (parpol) pengusung Bupati Frans dan Wabup Muchlis.

Serangan terror tersebut pun disampaikan secara terang-terangan oleh Bupati Frans Manery dalam sambutan pelantikan. Dihadapan pejabat Pemkab Halut dan tamu hadiri, orang nomor satu pemda Halut itu secara lantang mengatakan bahwa hari H menjelang pelantikan pejabat tersebut dirinya mendapatkan kiriman pesan yang masuk ke handphone dari pengurus parpol, dimana isinya mulai dari menolak, melarang hingga tidak setuju pejabat tertentu dilantik.

“Pelantikan ini tidak seenaknya yang dibayangkan, karena ada dari luar terutama teman-teman partai pendukung mulai mengirim pesan jangan lantik dia ini dan itu. Padahal ini kewenangan saya bukan kewanangan mereka,”katanya.

Menurutnya, sebelum menuju pelantikan tentu ada tahapan yang harus dilalui bukan asal bongkar pasang, sebab kebijakan diambil untuk peningkatkan pelayanan birokrasi sehingga semua itu diseleksi dan dipertimbangkan secara detail berdasarka aturan yang berlaku oleh tim di BKD. “Saya tekankan sekali lagi bahwa pengaturan jabatan struktural ada di tangan Bupati, itu saja.”tandasnya.

Bupati Frans pun mengingatkan para pejabat yang baru dilantik tersebut untuk bertanggungjawab dalam menjalankan amanah yang diberikan, karena pejabat yang dilantik ini bukan pejabat baru tetapi sudah lama menjabat berpemerintahan dilingkup Pemkab Halut.

“Saya hanya ingatkan bahwa jabatan itu pilihan bukan mau pegawai, ini perlu di ingat. Setelah di kasih jabatan itu harus bekerja dengan baik, kalau tidak bisa diganti sewaktu-waktu, karena pelantikan yang kami lakukan ini sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku,”ujarnya.

Dalam waktu dekat lanjut Bupati Frans, dipastikan masih akan dilakukan pelantikan pegawai eselon II, III dan IV sehingga itu pejabat yang bandel atau tidak mematuhi aturan yang berlaku bakal diganti. “Yang jelas tetap masih ada pelantikan dan itu harus masih. Bahkan paling lambat bulan depan sudah dilakukan pelantikan,”terangnya.(cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here