Pasar Inpres Rawajaya Buntu di Jalan

0
71
Pasar Inpres II Desa Rawajaya

HARIANHALMAHERA.COM–Selain pasar rakyat pesisir di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halut yang tak kunjung diresmikan setelah tuntas dibangun, ternyata nasib yang terancam sama juga menimpa pasar Inpres II Rawajaya Kecamatan Tobelo. Sebab, pasca ambruknya konopi hingga penolakan para pedagang untuk direlokasi (Dipindahkan) ke pasar tersebut, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Halut pun enggan wacanakan lagi agenda fungsikan pasar yang menguras APBD tahun 2019 senilai Rp. 4 miliar tersebut.

Sebelumnya pasar Inpres II Rawajaya tersebut sempat beberapa kali ditentukan waktu peresmiannya akan tetapi berakhir gagal teralisasi. Belum difungsikan pasar Inpres II tersebut menurut pihak Disperindag Halut bahwa masih terkendala pada permintaan para pedagang kaki lima (PKL), yaitu  menginginkan pemerintah daerah segera membangun juga jalan masuk ke pasar Inpres II tersebut.

Selain itu beberapa fasilitas penunjang di dalam pasar yang belum lengkap sehingga menjadi menambah sikap menolak untuk direlokasi hingga membuat Disperindag Halut tidak dapat mengambil keputusan untuk peresmian.

Kepala bidang (Kabid) perdagangan Disperindag Halut, Muksin Mustika, mengatakan pihaknya saat ini belum ada rencana untuk melakukan relokasi pedagang ke pasar Inpres II Rawajaya, karena masih berupaya penuhi keinginan pedagang soal beberapa fasilitas penunjang yang dianggap belum lengkap dan disisi lain menunggu perintah Bupati Halut.

“Rencana relokasi pedagang ini sudah dilakukan sejak lama dan berulang kali, namun masih tersendat dengan fasilitas penunjang pasar salah satunya jalan masuk pasar yang sampai saat ini belum diselesaikan sehingga masalah ini kami masih menunggu arahan Bupati Halut,”katanya, Selasa (17/5).

Disperindag Halut menurut Muksin, akan berkordinasi kembali ke Bupati Halut soal kebutuhan pasar yang belum lengkap agar dapat dituntaskan sehingga rencana relokasi pedagang berjalan lancar. “Kami akan berkoordinasi dengan Bupati soal kapan kita akan melakukan relokasi pedagang, kami tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, karena masih ada pimpinan yang lebih tinggi lagi, semua ini butuh koordinasi yang baik,”ujarnya.

Meski begitu lanjutnya, pihaknya berharap ada solusi alternative untuk dapat pindahkan pedagang ke pasar agar pasar dapat berfungsi, karena jika biarkan lama dan tidak terawat maka dipastikan akan rusak terbangkalai. “Kami mau relokasi ini secepatnya dilakukan  agar pasar tersebut bisa terawatt, karena sudah ada pedagang yang menempatinya, jika di biarkan lama maka bisa saja pasar ini akan rusak,”tuturnya.(cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here