Pasar Rakyat Pesisir Mubazir

0
259
Gedung Pasar Rakyat yang tidak difungsikan (Foto : Muhrid/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Bangunan pasar rakyat pesisir yang terletak di Desa Salimuli Kecamatan Galela Utara (Galut) itu sudah cukup lama dibangun oleh pemerintah, namun pengadaan pasar yang dikabarkan telah menguras anggaran dari APBN sebesar Rp.1,5 miliar tersebut  berakhir sia-sia lantaran tak kunjung difungsikan hingga saat ini.

Kondisi bangunan pasar pun tak terurus, dimana halamannya tampak tumbuh rumput liar. Bahkan dindingnya sudah tampak kusam dan kotor sehingga terlihat seperti bangunan tua yang menankutkan. Pemkab Halmahera Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun instansi terkait lain pun terkesan ikut biarkan aset berharga yang mendatangkan kesejahteraan untuk warga pesisir Galut tersebut.

Pemkab Halut mestinya menyambut kehadiran pasar rakyat itu, karena pembangunannya tidak menguras APBD Halut melaikan APBN tentunya Pemda Halut sangat beruntung hanya menerimanya sebagai aset daerah yang selanjutnya dikelola untuk datangkan pendapatan asli daerah (PAD) bukan biarkan mubazir.

Ahmad Sitoru, warga Galut, mengatakan, belum berfungsinya pasar rakyat tersebut menunjukan pemerintah daerah melalui instansi teknis tidak serius mengelola pasar tradisional tersebut. “Kami butuh camat atau Sangaji Galela Utara yang memiliki gagasan dan pikiran agar masyarakat Galela Utara bisa memanfaatkan pasar yang suda dibangun ini,”katanya, senin (16/5).

Menurutnya, jika pemerintah tidak aktifkan pasar tersebut tentu merupakan kebijakan pemborosan anggaran secara sia-sia, karena bangunannya mubazir. “Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa pun terkesan acuh dengan aset berharga dibidang pengembangan ekonomi rakyat ini, semestinya camat dan Kepala Desa berfikir ikut mencari solusinya bukan diam diri saja,”ujarnya.(tr-05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here