HARIANHALMAHERA.COM– pekerjaan proyek pembangunan saluran air (drainase) di ruas jalan trans Galela–Loloda, tepatnya jalur Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat (Galbar) hingga hingga Desa Limau, Kecamatan Galela Utara (Galut), Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dianggap ilegal oleh warga setempat. Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berlangsung hampir tuntas itu, ternyata tak kunjung tampak papan informasi-nya alias papan proyek.
amatan awak media ini di lapangan, tampak pekerjaan saluran air dengan volume mencapai ratusan meter tetap berjalan normal tanpa papan proyek, sehingga tidak diketahui asal-asul-nya. Padahal, proyek tersebut jelas menggunakan anggaran negara.
Terpisah, warga setempat pun menilai pihak rekanan proyek (kontraktor) diduga kuat mengangkangi prinsip transparansi public lantaran pekerjaan sudah berjalan lebih dari satu bulan, itu papan informasi proyek tak kunjung dipasang di lokasi, seolah proyek ini sengaja disembunyikan dari pengawasan masyarakat.
“Iya, pekerjaan ini sudah hampir satu bulan, tapi kami tidak pernah melihat papan proyek terpasang di lokasi,”ungkap salah satu warga setempat, Minggu (25/1).
Tak adanya papan proyek tersebut lanjut warga, bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan bentuk pembangkangan terhadap aturan yang berpotensi membuka ruang penyimpangan. Sebab, tanpa informasi yang jelas, masyarakat tidak memiliki dasar untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut sesuai perencanaan, baik dari sisi anggaran, kualitas, maupun volume.
“Kontraktornya siapa kami tidak tahu, anggarannya berapa juga tidak tahu. Volume pekerjaannya pun tidak jelas,”ujar warga.
Tak hanya soal transparansi menurut warga, proyek ini juga disorot dari sisi keselamatan kerja. Sebab, para pekerja di lokasi tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (K3) yang memadai. Padahal, lokasi pekerjaan berada di badan jalan umum dengan jarak hanya sekitar dua meter dari arus lalu lintas.
“Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas. Jika insiden terjadi, bukan hanya pekerja yang dirugikan, tetapi juga pengguna jalan lainnya,”tandas warga.(cal)













