HalutMaluku Utara

Pemda Halut Bakal Normalisasi Tiga Sungai di Loloda Utara

×

Pemda Halut Bakal Normalisasi Tiga Sungai di Loloda Utara

Sebarkan artikel ini
Bupati Halut, Piet Hein Babua saat dampingi Wagub Malut tinjau lokasi terdampak bencana di Loloda Utara

HARIANHALMAHERA.COM– tiga sungai di Kecamatan Loloda Utara, masing-masing di Desa Asimiro, Doitia dan Worimoi bakal dilakukan normalisasi oleh Pemkab Halmahera Utara (Halut). Rencana tersebut sebagai upaya cegah dampak serupa, menyusul penyebab terjadinya banjir bandang lantaran meluapnya air sungai itu.

Kepastian normalisasi sungai itu disampaikan langsung oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Doitia, pada Sabtu (17/1).

Bupati Piet pun mengungkapkan bahwa banjir besar yang menerjang wilayah tersebut dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai, sehingga menyebabkan pergeseran aliran sungai ke arah permukiman warga hingga merendam sejumlah Dusun.

“Terjadi sumbatan yang mengakibatkan pergeseran alur sungai ke pemukiman warga hingga menggenangi Dusun-Dusun dan menyebabkan banjir besar. Ini yang menjadi penyebab utama,”ungkapnya.

Untuk penanganan jangka menengah lanjutnya, Pemda saat ini tengah menyiapkan alat berat dan melakukan koordinasi pengangkutan melalui kapal Landing Craft Tank (LCT) menuju Desa Doitia. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian ketersediaan kapal LCT yang dapat mengangkut peralatan tersebut ke wilayah Loloda Utara.

“Kalau alat berat tiba di lokasi, normalisasi tiga sungai akan segera dilakukan agar aliran air kembali normal dan risiko banjir dapat diminimalisir saat curah hujan tinggi,”tandansya.

Selain upaya infrastruktur menurut Bupati Halut, Pemda juga menyiapkan bantuan bahan pangan berupa beras sebanyak 5 kilo gram per kepala keluarga bagi warga terdampak.

Selain itu dikatakan Bupati Piet, di sektor transportasi telah adanya kapal KM Rajawali yang dijadwalkan mulai melayani rute Tobelo–Loloda pada Rabu, 21 Januari 2026, guna mengantisipasi keterbatasan akses transportasi laut dan darat pascabencana.

“Dengan beroperasinya kapal ini, kami berharap hasil pertanian masyarakat Loloda Utara dapat kembali dipasarkan ke Tobelo, sekaligus membuka akses distribusi bagi para pelaku usaha lokal agar roda ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat bisa pulih secara bertahap,”pungkasnya.(cal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *