HARIANHALMAHERA.COM– Pemuda Indonesia kembali tunjukan perannya di panggung global. Pendiri Poros Muda untuk Aksi Bersama (POMANARA) sekaligus Ketua Yayasan PADOLO Toraja Mengabdi, Michelin Sallata, tampil mewakili pemuda Indonesia dalam ajang bergengsi Asia-Pacific Sustainable Development Forum 2026 (APFSD 2026) yang digelar di kantor United Nations ESCAP, Bangkok, Thailand, pada 24 sampai 27 Februari 2026.
Forum tahunan kawasan Asia-Pasifik ini mempertemukan pemerintah, badan-badan PBB, masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi, hingga kelompok pemuda untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 di tengah ancaman stagnasi global.
Dalam pidatonya mewakili Youth Forum, Michelin menyampaikan pesan tegas: generasi muda bukan sekadar pelengkap forum, melainkan aktor kunci perubahan.
“Di tengah stagnasi capaian SDGs, krisis iklim, ketimpangan sosial, konflik, dan menyempitnya ruang sipil, kaum muda Asia-Pasifik harus diakui, dilibatkan, dan diberdayakan secara bermakna,”tegasnya.
Konsolidasi 705 Pemuda dari 38 Negara
Sebelum forum utama berlangsung, Michelin bersama lebih dari 705 pemuda dari 38 negara mengikuti Youth Forum ruang konsolidasi pra-APFSD yang menghasilkan dokumen strategis bertajuk Youth Call to Action (YCAT).
Dokumen ini tidak berhenti sebagai seruan moral semata. YCAT secara resmi didiseminasikan dalam agenda APFSD untuk didorong masuk ke dalam kebijakan dan program pemerintah guna mempercepat pencapaian SDGs 2030.
Isi YCAT menuntut negara-negara anggota dan para pemangku kepentingan untuk. Menjamin partisipasi inklusif dan bermakna pemuda dalam pengambilan keputusan, Mengarusutamakan keadilan gender dan hak asasi manusia dalam setiap kebijakan, Mendorong perencanaan kota yang partisipatif dan berkeadilan, Berinvestasi pada kepemimpinan pemuda dalam transisi energi, ketahanan komunitas, serta pengelolaan risiko bencana, Michelin juga mengingatkan agar tidak terjadi kemunduran terhadap berbagai komitmen global, termasuk perlindungan hak anak dan kesetaraan gender. Menurutnya, seruan aksi ini harus menjadi komitmen hidup lintas generasi.
Forum Strategis Kawasan Asia-Pasifik
APFSD 2026 dibuka oleh Under-Secretary-General PBB sekaligus Executive Secretary ESCAP, Armida Salsiah Alisjahbana. Turut memberikan pidato pembuka antara lain Wakil Menteri Luar Negeri Thailand Vijavat Isarabhakdi, Presiden UN ECOSOC Lok Bahadur Thapa, serta perwakilan Asia Pacific People’s Forum, Wannapong Yodmuang.
Forum ini diikuti negara-negara anggota Asia-Pasifik, termasuk negara kurang berkembang (LDCs), negara berkembang terkurung daratan (LLDCs), dan negara berkembang pulau kecil (SIDS), bersama badan-badan PBB, organisasi internasional dan regional, CSO kawasan, sektor swasta, akademisi, serta kelompok pemuda.
APFSD menjadi ruang strategis untuk meninjau capaian sekaligus merumuskan langkah percepatan terhadap sejumlah tujuan prioritas, yakni.
SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau
SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
SDGs 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan
SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Melalui YCAT, pemuda Asia-Pasifik
Mendorong agar suara mereka tidak hanya didengar, tetapi benar-benar diarusutamakan dalam kebijakan publik.
Partisipasi Michelin menjadi penanda bahwa pemuda Indonesia tidak tinggal diam dalam arus diplomasi pembangunan berkelanjutan regional. Generasi muda, menurutnya, bukan sekadar penerima dampak kebijakan melainkan mitra strategis dalam merancang masa depan kawasan Asia-Pasifik.(cal)












