Pengantaran BBM ke SPBU Dicurigai Dibelok

Buntut Antrean Panjang Masih Terjadi

0
104
Ilustrasi Truk SPBU (Foto : net)

HARIANHALMAHERA.COM–Sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa bulan lalu hingga saat ini pengisian BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kabupaten Halmahera Utara masih terjadi antrean panjang yang tak kunjung berakhir. Komisi I DPRD setempat pun dibuat heran terhadap masalah antrean yang terus berlanjut tersebut.

Rasa penasaran komisi I DPRD Halut itu akhirnya direncanakan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait seperti Pertamina, pemilik SPBU dan instansi teknis Pemkab Halut untuk bahas sebab musabab terjadinya antrean panjang tersebut.

Ketua komisi I DPRD Halut, Irfan Soekoenay, menuturkan bahwa antren panjang yang terjadi di SPBU tersebut hanya bukan factor kekurangan atau lambatnya pasokan stok BBM ke SPBU dan isu modus oknum pengendara tertentu yang mendesain tangki kendaraan tetapi tidak menutup kemungkinan pengantaran jatah BBM baik jenis pertalite maupun pertamax hingga dexalite dari Pertamina ke SPBU diduga kuat telah berbelok arah alias dijual pada pihak lain seperti ke perusahan.

“Soal modifikasi tangki kendaraan untuk pengisian BBM dan pengisian menggunakan jeriken (gallon) sebenarnya tak terlalu berdampak, karena hanya kecil, artinya aneh dan lucu kalau berpikir pake akal sehat masa iya pengisian BBM di tengki yang modifikasi membuat antren panjang terus terjadi hingga berbulan-bulan.!.  Justru saya curigai bahwa antrean panjang di SPBU yang cukup lama ini tidak terlepas dari permainan BBM, artinya ada oknum tertentu yang menjual jatah BBM sehingga persedian di SPBU tak cukup untuk melayani masyarakat,”katanya saat ditemui di kantor DPRD Halut, senin (27/6).

Satu sisi lanjut ketua Fraksi PKB di DPRD Halut ini, system pengawasan yang diterapkan Pemkab Halut di SPBU sudah cukup ketat, yaitu menerjukan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diback up anggota kepolisan Polres Halut sehingga tak ada lagi pengisian menggunakan jeriken, namun kenyataannya antrean panjang di SPBU malah makin parah. “Ini tentunya penyebab antrean panjang di SPBU bukan pengisian BBM menggunakan jeriken, sehingga pertanyaannya apakah kekurangan stok atau pembelokan stok alia dijual,”tandasnya.

Komisi I DPRD Halut lanjutnya akan mengambil langkah tegas terhadap SPBU yang mencoba melakukan praktek jual beli minyak terutama BBM subsidi jenis pertalite, sebab masalah BBM ini telah meresahkan masyaakat secara umum terutama pengendara roda dua dan empat. “Kami akan tindak tegas terhadap SPBU jika mereka memberikan BBM bersubsidi terhadap orang-orang mengambil mengunakan galon, sekarang ada yang mengambil BBM mengunakan kantong plastik yang berukuran besar, ini sangat disayangkan. Kami juga meminta TNI-Polri ikut turut awasi,”pungkasnya.(sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here