Penyakit ‘Cepat Emosi’ di Halut Melonjak

Belum Ada Penelitian Khusus tentang Penyebabnya

0
352
Kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Aula Dinkes Halut

HARIANHALMAHERA.COM–Penderita penyakit hipertensi alias darah tinggi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), mengalami peningkatkan cukup signifikan setiap tahun.

Berdasarkan pendataan terakhir pada 2019 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Halut, tercatat sebanyak 5.379 orang yang menderita penyakit ‘cepat emosi’tersebut.

Kepala Dinkes Halut, Muhammad Tapi-Tapi, mengatakan jumlah orang dengan penderitaan hipertensi di Halut terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Sesuai data yang dirangkum tiga tahun belakangan, yaitu 2017 hingga 2019 tercatat melonjak.

“Tahun 2017 tercatat sebanyak 1.529 orang yang menderita hipertensi, kemudian di 2018 naik lagi menjadi sebanyak 1.889 dan terakhir di 2019 ternyata naik drastis, yaitu sebanyak 5.379 orang,” ujarnya dalam kegiatan Germas di Aula Dinkes Halut, Kamis (1/10) pekan kemarin.

Orang dengan penderitaan penyakit darah tinggi ini, menurut dia, belum ada penelitian khusus di Dinkes atau laboratorum, untuk menguji sebab-musabab penyakit tersebut.

Namun sesuai observasi umum, bahwa penyakit hipertensi tersebut tidak terlepas dari karakter bawaan, faktor makanan dan beban masalah.”Ada obat untuk menurunkan hipertensi, tentu dengan menjaga pola makan dan hidup yang sehat,” ujarnya.

Selain hipertensi yang melonjak, dia juga menyampaikan bahwa angka warga, terutama anak-anak dan balita yang menderita gizi buruk terus bertambah.

”Kalau gizi buruk juga terjadi penambahan. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 25 orang dan 2019 sekitar 40 orang, sedangkan di 2020 ini masih dalam tahap pendataan,” terangnya.(dit/kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here