Penyebab Gempa Halut Terungkap

Secepatnya Akan Dipasang Alat Deteksi Gempa

0
157
ILUSTRASI : Salah satu rumah warga di Kecamatan Tobelo Barat yang rusak akibat gempa Senin (10/1)

HARIANHALMAHERA.COM–Keresahan masyarakat Halmahera Utara terkait sebab-musabab gempa bumi yang menimpa mereka selama dua hari berturut dan terjadi secara beruntun dengan kekuatan cukup besar, akhirnya dijawab oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate.

Gempa yang berdampak pada rusaknya ratusan rumah warga, fasilitas umum hingga korban luka itu, sebelumnya BMKG Nasional mengungkapkan bahwa jenis swarm, karena terjadi dalam jumlah banyak dengan magnitude yang relative kecil. Gempa terjadi akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan mendatar.

Keterangan BMKG itu diperkuat oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Andri Wijaya. Menurutnya, meski BMKG sendiri tidak bisa memprediksi apakah akan terjadi gempa susulan di Halut, namun yang perlu diketahui masyarakat bahwa wilayah Halut merupakan salah satu jalur gempa sehingga sampai kapan pun akan berlangsung fenomena alam.

“Sebenarnya wilayah Halut adalah jalurnya gempa sehingga bencana ini akan terus terjadi, disisi lain tentu kita harus memahami bahwa hidup ini berdampingan dengan gempa. Sekali lagi disampaikan bahwa untuk daerah ini Halut merupakan daerah jalurnya gempa sehingga kita selalu waspada,”katanya, selasa (11/1) saat sosialisasi gempa bumi terhadap warga Tobelo Barat dan Kao Barat yang terdampak gempa.

Saat ini lanjutnya, pihaknya datang ke Tobelo Barat dan Kao Barat membawa alat pendetksi gempa bumi dengan nama temograf yang akan dipasangkan pada dua titik yang dianggap tepat sasaran bencana, yaitu di Kecamatan Tobelo Barat dan Kao Barat.

“memang benar bahwa kami akan segera memasang alat pendeksi gempa disini (Tobelo Barat-Kao Barat,red). Pelu dinformasikan juga bahwa situasi saat ini memang sudah stabil, tetapi posisi gempa yang terjadi dalam monitor dengan pemantauan dari statiun kami memang masih berlangsung dan dirasakan oleh alat, hanya saja kekuatannya menurun,”ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa bagi warga yang rumahnya terdampak gempa disarankan untuk sementara tidak tempati atau memilih tempat yang aman sambal memperbaiki kerusakannya. “Posisi gempa sekarang masih dalam pantauan BMKG, namun bapak ibu yang ingin pulang dan  melakukan aktivitas silahkan tetapi saran tetap waspada, karena gempa ini terjadi tanpa pengetahuan manusia dan itu alam,”pintanya.

Sementara Kepala BPBD Halut Abner Manery, menuturkan bahwa kehadiran BMKG ini merupakan koorinasi pemerintah daerah yang meminta sosialisasi soal gempa sekaligus memasangkan alat deteksi gempa

“Kami pemda Halut tentu bersyukur, karena BMKG akan segera memasang alat pendetksi gempa pada dua titik, yakni di Tobelo Barat dan Kao Barat tepatnya di Desa Wangoira. Kami juga tidak memaksakan bapak ibu untuk kembali rumah, karena ini alam dan minimal ada referensi terkiat kondisi alam dengan berdoa bahwa kami semua ada dalam lindungan Tuhan dimana kematian adalah milik maha kuasa,”tuturnya.

Kepala BPBD Halut pun menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat korban gempa atas keterlambatan penanganan di lapangan, namun hal itu bukan unsur kesengajaan tetapi ada pertemuan lingkup pemerintah terkait bencana salah satunya pembahasan soal bantuan yang nantinya diberikan oleh pemda maupun pemdes.

“Diharapkan pada bapak ibu korban bencana untuk jangan mempersalahkan diri masing-masing atau orang lain terkait dengan musibah yang dialami, Dimana kedatangan kami sebagai pemerintah untuk melindungi bapak ibu sekalian jika ingin pulang maka kami akan menyediakan fasilitas dengan pihak petugas yang lengkap untuk mewaspadai hal hal yang terjadi,”ujarnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here