Pertamina Sebut Stok BBM Aman, DPRD Halut Tuding SPBU Tak Beres

0
164
Komisi II DPRD Halut saat pertemuan bersama Pertamina dan SPBU

HARIANHALMAHERA.COM– Antrean panjang pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kabupaten Halmahear Utara masih terus terjadi, meski pihak Pertamina cabang Tobelo menyebutkan bahwa persediaan (stok) Bahan Bakar Minyak (BBM) berbagai jenis terutama pertalite masih terjamin aman.

Masalah antrean BBM di SPBU ini ternyata membuat Komisi II DPRD Halut resah dan geram. Pihaknya pun turun tangan untuk mencari tahu pokok permasalahan yang terjadi dengan mengundang PT. Pertamina cabang Tobelo dan pemilik SPBU.

Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung DPRD Halut, Kamis (19/5), itu telah dibahas seputar stok BBM, sebab-musabab terjadi antrean panjang hingga masih adanya pembelian BBM menggunakan jerigen serta dari mana sumber BBM yang terjual di depot-depot oleh pedagang.

Ketua Komisi II DPRD Halut, Hi. Samsul Bahri Umar, mengatakan bahwa kelangkaan BBM hingga berdampak pada antrean panjang di SPBU bukan akibat dari stok kosong atau berkurang tetapi ada indikasi penjualannya di SPBU tidak beres.

“Antrean panjang untuk mendapatkan BBM di SPUB masih saja terjadi, kami DPRD Halut malah curigai masalah BBM ini bukan soal stoknya yang berkurang atau kelangkaan tetapi ada dugaan pelayanan penjualan BBM di SPBU yang tidak beres,”katanya.

Salah satu indikatornya menurut politisi Golkar ini, adalah masih banyak pengecer yang mengambil BBM jenis pertalite di SPBU. Tentu hal ini lanjutnya, kalau tidak diatasi maka akan ruang bisnis illegal BBM jenis pertalite yang notabenenya di subsidi pemerintah terus dilakukan oknum tertentu dan dan dipastikan berdampak buruk terhadap konsumen.

“Kami mendapatkan informasi bahwa cara mengambil BBM di SPBU sudah banyak motif mulai dari memodifikasi tangki mobil maupun motor sehingga pengisian minyak di tangki tersebut bisa mencapai 30 sampai dengan 25 liter,”ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Halut pun menambahkan bahwa lebih parahnya lagi harga jual BBM pertalite di depot-depot cukup mahal dan berfariasi mulai dari Rp.15 ribu/liter sampai Rp.16 ribu/liter yang mana tidak sesuai subsidi pemerintah.

“Kalau harga penjualan BBM jenis pertalite di setiap depot sebesar 10 ribu per liter tentu masih sangat wajar tetapi kalau sudah diatas maka sudah sangat tidak wajar, apalagi saat ini harga komoditi perkebunan dan pertanian seperti kopra, cengkeh dan pala turun sehingga sangat menekan masyarsakat,”ujarnya.

Senada disampaikan pihak PT. Pertamina cabang Tobelo bahwa sebenarnya BBM tidak terjadi kelangkaan, sebab stok BBM di depot mereka masih tersedia dan mampu melayani konsumen selama sepanjang bulan mei 2022, karena kuota BBM yang diberikan oleh Migas ke Pertamian sangat mencukupi melayani masyarakat.

“Sebenarnya tidak terjadi kelangkaan BBM, tetapi yang menjadi masalah adalah di pengecer, karena mereka sudah bermain harga BBM yang bersubsidi. Setiap hari Pertamina mendistribusikan BBM jenis pertalite ke SPBU sebesar 30 ton,”tutur Kepala Cabang PT. Pertanima Tobelo, Evon Sulu Setiawan.

Pertamina lanjutnya, akan memberi sangksi tegas terhadap SPBU yang masih nekat melayani pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite menggunakan jerigen atau gallon.

“Kami meminta pihak SPBU yang di Halut jangan lagi memberikan BBM bersubsidi ke pengecer, jika kami temukan masih ada SPBU yang melayani pengecer menggunakan galon (jerigen) kami akan tindak tegas”tegasnya (cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here