Program Pertanian NHM Bikin Petani Beli Mobil,Hansed: Belajarlah ke Desa Kuntum Mekar

0
302
Ilustrasi : Manajer SP PT NHM bersama tim SP PT NHM Intens melakukan monitoring realisasi program PPM dilapangan (Foto : NHM)

HARIANHALMAHERA.COM– setelah realisasi program PT NHM tahun 2021 terhadap masyarakat lingkar tambang, utamanya program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) mulai dari budidaya pertanian, perikanan, peternakan, mebeler hingga usaha lainnya, tim Social Performance (SP) terus bergerak dilapangan untuk memberi dukungan sekaligus ikut merawat kelompok usaha tersebut.

Sejumlah kelompok usaha yang notabenenya binaan PT NHM sendiri itu secara berkala diberikan sarana produksi (Saprodi) penunjang kerja dan pengembangan budidaya.

Khususnya program PPM dibidang pertanian, manajer SP PT NHM, Hansed P. Lassa menyebutkan bahwa mereka terus memberikan support demi kesejahteraan bersama, bahkan terpenting mendampingi kelompok usaha menjadi mandiri dan mapan.

“Prinsipnya Haji Robert bersama PT NHM terus berusaha sekuat tenaga untuk memberikan kesejahteraan melalui program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan hidup warga lingkar tambang,”katanya, Minggu (14/11).

Budidaya pertanian berupa terong Poktan binaan PT NHM di Desa Kuntum Mekar yang tak lama lagi akan panen

Namun menurut Hansed, bahwa program PPM soal budidaya rempah-rempah pertanian seperti cabe, tomat, bawang hingga sayur mayur tentunya perlu belajar ke kelompok usaha di Kecamatan Kao Teluk terutama di Desa Kuntum Mekar, sebab mereka sangat serius, tekun dan bersemangat.

“Kalau dalam pengembangan swasembada hortikultura sayuran maka perlu belajarlah ke Desa Kuntum Mekar Kecamatan Kao Teluk, ini sebuah slogan yang pantas diberikan, karena melihat langsung sikap optimis untuk budidaya pertanian,”ujarnya.

Desa Kuntum Mekar ini lanjutnya, salah satu komoditi yang memiliki prospek pasar sangat baik adalah terong.

“Saat ini kelompok Alang-Alang Poktan binaan SP PT NHM telah budidaya 500 lebih pohon terong dan tidak lama lagi akan memasuki masa panen. Nah perlu diinformasikan bahwa harga terong saat ini berkisar Rp.12.000 per kilo, jika asumsi per pohon menghasilkan 1 kg saja berarti warga bisa menghasilkan omset Rp. 20 juta sampai dengan Rp.25 juta,”jelasnya.

Sementara, Munir, salah satu Ketua Poktan Matahari Terbit Desa Kuntum Mekar menuturkan bahwa mereka tidak kwartir dan bingung soal pasaran untuk menjual hasil panen, sebab sebagian besar panen telah secara rutin di suplay ke site PT NHM Gosowong untuk kebutuhan hidup sehari-hari karyawan dan dijual ke pasar lokal seperti Sofifi dan Kota Ternate.

“Dari hasil usaha budidaya sayuran yang ada ini, Alhamdulillah saat ini kelompok kami telah mampu membeli satu unit mobil pickup yang digunakan untuk alat transportasi pemasaran,”terangnya.

Supervisor Ekonomi PT NHM, Salim Ahmad menambahkan, bahwa program PPM tahun 2021 terus direalisasikan, dimana kelompok usaha yang ada di lingkar tambang tak hanya diberikan Saprodi pertanian tetap juga telah mendapatkan bimbingan langsung dari tim SP PT NHM untuk pengembangan usaha.

“Bantuan yang diberikan tersebut harapannya dapat memberikan dampak manfaat yang luar biasa dan peningkatan produksi serta pendapatan kelompok,”terangnya.(dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here