Realisasi Jalan Multiyears Salimuli-Apulea Sudah Sesuai Mekanisme

0
252
William Yesayas

HARIANHALMAHERA.COM– Pekerjaan ruas jalan sepanjang 94,7 km dari Desa Salimuli Kecamatan Galela Utara sampai Desa Apulea Kecamatan Loloda Utara yang dikerjakan secara Multiyears itu diklaim telah sesuai mekanismenya.

Realisasi proyek tersebut disampaikan oleh Wiliam Yesayas, mantan kepala bidang Bina Marga PUPR, yang sekarang menjabat kepala bidang Infrastruktur dan perencanaan wilayah Bappeda Halut. Wily sapaan akrab Wiliam pun menjelaskan bahwa proyek ruas jalan Salimuli-Apulea tersebut terdapat tiga segmen yang mana tiap segmen dikerjakan oleh tiga rekanan yang berbeda, dimana untuk segmen I di mulai dari Desa Salimuli sampai Posi-Posi dengan jaraknya sepanjang 48,3 Km yang dikerjakan oleh PT Sinar Putra Pratama (SPP) dengan total anggaran sebesar Rp.138,6 miliar.

Sementara segmen II lanjutnya, dimulai dari Desa Posi-Posi sampai Ngajam dengan jarak sepanjang 24,8 Km yang dikerjakan oleh PT Sinar Sama Sejati (SSS) dengan total anggaran sebesar Rp. 87,3 miliar.

“Sedangkan segmen III di mulai dari Desa Ngajam sampai Apulea dengan jaraknya sepanjang 21,5 Km dikerjakan oleh PT Ikhlas Bangun Sarana (IBS) dianggarkan sebesar Rp.67,1 miliar,”katanya, Sabtu (12/2).

Menurut Wily, realisasi proyek tersebut sudah sesuai prosedur meski ditengah perjalanan pekerjaannya terjadi pengurangan anggaran, karena kondisi keungan dan refocusing akibat terdampak Covid-19, yang mana dari nilai total awal pekerjaan Rp. 293, 1 miliar menjadi Rp.208,2 miliar atau terjadi pengurangan Rp.84,9 miliar.

“Untuk pekerjaan segmen I berkurang dari 138,6 miliar rupiah menjadi 104,3 miliar rupiah, kemudian segmen II berkurang dari 87,3 miliar menjadi 65.9 miliar, sedangkan segmen III dari 67,1 miliar manjadi 37.8 miliar. Hal ini berdampak juga pada kurangnya target Panjang Lapisan Penutup Atas (HRS-Base/Hotmix) dari 94.73 Km, menjadi 48.2 Km, namun untuk pekerjaan pengerasan Urugan Pilihan (Urpil) tetap sesuai Target Panjang yaitu 94.7 Km; pekerjaan ini telah selesai dari bulan Agustus tahun 2020 tapi pembayarannya baru selesai pada tahun 2021,”jelasnya.

Wily pun menambahkan bahwa dampak dari refocusing anggaran membuat target panjang hotmix pun berkurang dari 94, 7 Km menjadi 48,2 Km.

“Hal ini (refocusing) yang menyebabkan hotmix pada ruas jalan Salimuli-Apulea belum tuntas, namun di tahun 2022 ini telah dianggarkan untuk lanjutan pekerjaan hotmix di ruas tersebut tapi penanganannya sudah tidak menggunakan Multiyears lagi tapi single years yang dibebankan pada DAU 2022,”ujarnya.(pn/dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here