Tidak Transparan Soal Anggaran, APDM Mamuya Demo Kades

0
665
Pemuda Mamuya saat melakukan demo ke kantor Desa

HARIANHALMAHERA.COM– Aksi protes terhadap dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Halmahera Utara kembali dilakukan masyarakat. Rabu (15/3), giliran warga di Desa Mamuya, Kecamatan Galela yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Desa Mamuya (APDM) di depan kantor Desa setempat untuk mempertanyakan DD dan ADD (Alokasi Dana Desa) hingga Pendapatan Asli Desa (PADes) tahun 2021 sampai 2022. Sebab, Pemerintah Desa tidak transparan terhadap sejumlah sumber anggaran tersebut.

Koordinator aksi, Hasrul Diadi, dalam orasinya mengatakan bahwa Desa Mamuya di lihat dari sumber daya alam (SDA) tentu mempunyai potensi pendapatan yang cukup besar dibandingkan dengan Desa tetangga lainya yang ada di Kecamatan Galela, mulai dari tambang galian C seperti pasir dan batu yang dibutuhkan untuk pembangunan daerah, akan tetapi tidak ada kontribusi ke Desa sendiri.

“Padahal kita melihat Desa Mamuya secara biografis, sosiologis, ekonomi dan budaya sangatlah berdampak besar bagi wilayah dan menjadi desa percontohan untuk Desa-Desa yang lain, tetapi potensi kekayaan alam yang dimiliki ini justeru tidak ada perubahan di Desa sendiri,”katanya.

Menurutnya, berdasarkan kajian mereka seputara DD, ADD dan PADes tahun 2020 sampai 2022 ternyata tercatat ada dugaan temuan penyalahgunaan anggaran.

“Ada beberapa temuan yang ril bahwa Pemdes tidak ada pengawalan terhadap perusahan yang bercokol di Desa Mamuya, mulai dari penambang batu mengalami transisi penurunan pendapatan secara masif. Penghasilan masyarakat menurun dengan hadirnya perusahan yang ada di Desa. Bahkan Ironisnya di beberapa perusahan mengalami gejolak, analisis dampak lingkungan Amdal, ekologi dan lain-lain,”tandasnya.(sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here