AGK Akui Malut Belum Punya Perpus Representatif

0
388
Pengukuhan Hj Faoniah Djaohar Kasuba sebagai Bunda Baca Provinsi Malut

HARIANHALMAHERA.COM–Minimnya minat literasi di Maluku Utara (Malut) memang salah satu penyebabnya belum tersedianya perpusatakaan yang representatif di Malut.

Ini diakui langsung Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) disela-sela pengukuhan Bunda Baca Provinsi Malut. “Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, kami mengharapkan dukungan pihak Perpustakaan Nasional,” pinta AGK, (21/10).

Karenanya, dia mengharapkan lewat agenda nasional ini bisa menjadi pintu masuk dukungan untuk mewujudkan gedung perpustakaan di ibukota Sofifi, yang melengkapi fasilitas pelayanan literasi masyarakat Malut.

Gubernur mengatakan, Pemprov sejak 2017, telah mengajukan Ranperda tentang Perpustakaan dan Ranperda Kearsipan yang diharapkan menjadi payung hukum dalam peningkatan penyelenggaraan perpustakaan.  Namun saat ini kedua ranperda tersebut masih dalam pembahasan DPRD.

Dalam kesempatan itu, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando secara virtual mengikuhkan Ketua Tim Pengerak (TP) PKK Malut, Hj Faoniah Djaohar Kasuba sebagai Bunda Baca Provinsi Malut.  Penetapan Faonia sebagai Buda Baca Malut ini berdasarkan SK Gubernur Nomor 364/KTPS/MU/2020.

Menurut AGK, pengukuhan Bunda Baca ini bukan saja merupakan sebuah bentuk apresiasi yang diberikan oleh Perpusnas kepada bunda baca karena berperan mendukung program Pemda dalam mencerdaskan anak bangsa melalui gerakan literasi, tetapi lebih jauh, juga menjadi tugas dan amanah untuk mampu mendorong dan memperluas cakupan penguatan peran bunda-bunda di Malut dalam mencerdaskan anak bangsa.

Kaperpusnas sendiri memberikan apresiasi kepada Hj Faoniah dalam mendukung program penungkatan SDM melalui organisasi yang dipimpin selama menjabat Ketua TP PKK dan penasehat DWP.  “Saya berharap bunda baca Malut menjadi role model layanan perpustakaan untuk Malut sejahtera,” pintanya.

Syarif juga menjelaskan, Malut pada tahun 2021 telah mengalokasikan DAK kepada Pemkab Halut berupa pembangunan gedung layanan sebesar Rp 10 Miliar.

Menanggapi permintaan AGK terkait keberadaan Pemprov yang representatif, Syarif berharap Pemprov melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dapat mengusulkan pembangunan gedung layanan tahun 2022 dengan menyiapkan lahan bersertifikat dan memenuhi ketentuan lainnya.  “Kami memberikan hadiah bagi Pemerintah provinsi Maluku Utara sebuah mobil layanan perpustakaan keliling yang akan diserahkan pada bulan November mendatang,” sebutnya.

Selain pengukuhan Bunda Baca juga dilakukan launching inovasi layanan AKU MEMBACA (Arsian Buku Memasak, Bertanam dan Cerita) yang digagas Ketua DWP Malut Darmawati Samsudin. (lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here