Bulan Depan, Teken MoU Pembangunan SMK Penerbangan

0
537
Suasana rapat persiapan penandatanganan MoU Pembangunan SMK Penerbangan yang berlangsung di Aula SMKN 5 Ternate, Senin (28/9)

HARIANHALMAHERA.COM–Keberadaan Lanud (Pangkalan TNI AU) Leo Watimena di Pulau Morotai ikut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara (Malut) untuk menghadirkan sekolah menengah kejuruan (SMK) Penerbangan.

Rencana ini pun kemarin sudah pada tahap pembahasan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov dengan pihak TNI AU yang akan dilakukan 11 Oktober mendatang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemprov ke-21 dan HUT TNI AU ke-75.

Kepala Seksi  (Kasie) Sarban Lanud Leo Watimena Morotai, Mayor Pnb Iman Matropranolo mengatakan pembangunan SMK Penerbangan ini, pihak TNI AU sudah menyediakan lahan. “Untuk tenaga pendidik, kita juga akan bantu dari Yayasan,” katanya.

Para siswa lulusan SMK Penerbangan, nantinya akan disalurkan di Taruna Angkatan Udara maupun bekerja di bagian penerbangan di Lanud Leo Wattimena.

Pendidikan di SMK Penerbangan nantinya, akan berlangsung ketat. Semua aktivitas terpusat di sekolah. “Siswa tidak bisa keluar dari pendidikan dan lebih terpantau,” katanya usai rapat yang berlangsung di aula SMKN 5 Ternate kemarin.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Pemprov Malut Imam Makhdi Hasan menambahkan, penandatangan kerja sama pembangunan SMK penerbangan pada tanggal 11 Oktober lokasinya di lakukan di Lapangan Gelora Kieraha yang dirangkaikan dengan antraksi terjun payung oleh anggota TNI AU. “Nanti semua kepala daerah diundang untuk hadir karena langsung dengan penandatangan  MoU antara Gubernur dengan KASAU,” ucapnya.

Imam mengaku, lokasi SMK Penerbangan ini nantinya berada tak jauh dari Lanud Leo Watimena. Sekolah ini juga akan dilengkapi fasilitas kedirgantaraan dengan tenaga pendidik dari AU sendiri. “Untuk kurikulum nanti disesuaikan dengan yang ada,” katanya.

Begitupun dengan jurusan yang akan dibuka. Menurut Imam, akan disesuaikan dengan berjalannya sekolah ini dengan melihat sarana- prasarana. “Bila sekolah jadi dilakukan  maka sistemnya boarding school  itu yang harus dipikirkan dulu kedepan sebab kalu sarana prasarana tidak didukung tidak mungkin membuka jurusan yang banyak,” katanya,

Dia optimis SMK Penerbangan di Morotai ini akan menjadi yang pertama di Malut dan Maluku. “Kita awali dengan MOU selanjutnya nanti menjadi kerja Dinas dan TNI AU kita secepatnya jalan urusan terkait guru akan kita atur sesegera mungkin,” tukas Imam.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here