Habiskan 5 Miliar, Jalan Waibau-Malbufa 7 Tahun Mandek

0
83
Kondisi jalan Malbufa- Waibau yang rusak parah (Foto : Istimewah)

HARIANHALMAHERA.COM–Meski masuk dalam satu dari sembilan ptoyek multi years (MY), ruas jalan Malbufa-Wai Ina di Kepulauan Sula, bukan satu-satunya jalan provinsi yang nasibnya memperihatinkan.

Ada ruas jalan provinsi lain di Sula yang jauh memperihatikan, yakni Malbufa- Waibau. Bagaimana tidak, proyek yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 Miliar itu, sampai saat ini hanya sebatas penggalian tanah. Padahal, penggalian tanah itu sudah berlangsung 7 tahun lalu tepat 2014 silam. Tapi sampai sekarang, tidak ada pekerjaan lanjutan alias mandek.

Anggota DPRD Provinsi Dapil V (Sula dan Taliabu) Aliyas Ode Kombe menyesalkan sikap pemprov yang tak kunjung melanjutkan ruas jalan tersebut.

Padahal, demi membuka akses jalan, warga setempat sudah mengorbankan ribuan pohon cengkeh hasil bumi. “Masyarakat mengeluh kalau tidak niat bikin jalan jangan korbankan tanaman kami dari awal,” kata Aliyas mengutip keluhan masyarakat

Politisi Gerindra ini mengatakan, Pemprov jangan hanya mengejar proyek untuk mendapatkan keuntungan setelah itu dibiarkan dan masyarakat menderita.

Karena selain tidak menikmati jalan, ketika hujan bercek juga masyarakat menjadi korban. “Gubernur jangan cuman bafoya (Bohongi, red) masyarakat datang cuman janji ke masyarakat”,tegasnya.

Bahkan akibat dari ulah pemprov, Aliyas mengaku selalu ditagih oleh warga terkait kelanjutan jalan tersebut. “Kebupaten Kepulauan Sula dan Taliabu termarjinalkan seluruh proyek lebih ke Halmahera padahal jalan Malbufa merupakan ruas jalan Provinsi,” ucapnya.

Dikatakan, pembangunan mestinya harus merata bukan menumpuk pada daerah – daerah tertentu. Karenanya, dia mendesak gubernur agar segera melanjutkan jalan tersebut, “Kalau tidak dibangun maka masyarakat mengambil tindakan yang tidak diharapkan,” tegasnya.(lfa/pur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here