Maluku UtaraNasionalPulau Morotai

Kapalnya Karam Di Laut Sulut, ABK-nya Ditemukan Terapung Hingga Perairan Morotai

×

Kapalnya Karam Di Laut Sulut, ABK-nya Ditemukan Terapung Hingga Perairan Morotai

Sebarkan artikel ini
ABK Kapal Motor (KM) LCT Batiwakal Permai asal Bitung berhasil ditemukan setelah terampung beberapa hari di laut hingga ke perairan Morotai

HARIANHALMAHERA.COM– Kapal Motor (KM) LCT Batiwakal Permai asal Bitung yang membawa 11 ABK (anak buah kapal) dikabarkan tenggelam (karam) di perairan Bitung-Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada hari sabtu (1/4) ternyata sabtu (8/4) ditemukan terapung bersama perahu karet di perairan Kabupaten Pulau Morotai, tepatnya depan perairan Desa Bere-Bere, Kecamatan Morotai Utara.

Namun, dari 11 ABK tersebut hanya 9 orang yang ditemukan selamat terapung dan dalam kondisi lemas, semenatara 2 rekan mereka masih hilang. Awalnya, pada Sabtu (4/8) sekira pukul 16.08 WIT, Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Bere-bere mendapat laporan via telepon dari Capt. Kapal KM. Mentari 888 PJK Yusuf.

Dalam sambungan telepon yang disampaikan Yusuf bahwa pada pukul 08.15 WIB menemukan 9 ABK KM. Batiwakal Permai asal Bitung sedang terapung menggunakan perahu karet pada 02° 24′ 449” U – 129° 19′ 910” T. Sementara 2 orang masih dinyatakan hilang.

Kesembilan ABK yang ditemukan selamat tersebut diantaranya, Capt Kapal (Nahkoda) Franklin Ambalao (50) dan untuk ABK Efrando Maluenseng (24), Andika Takahegesang (23), Reyki Rarome (36), Diego Tahulending (25), Jefrain Sasahang (50) Febrian Saputra (19), Max Bawole (70), Kamdi Sukamdi (60). Sementara dua ABK yang belum ditemukan yakni Songli Sumenda (21), Andre Firmansyah (27).

Kronologis kapal karam tersebut terjadi pada tanggal 1 April 2023 pukul 20.00 WIT, dimana KM. LCT Batiwakal Permai yang membawa ABK sebanyak 11 orang tersebut muatan batu koral, Dumtruck (DT) 4 unit dan Eksafator 1 unit.

Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Bitung tujuan Talaud masih dalam kondisi aman tidak mengalami masalah dan kondisi cuaca baik. Kemudian dalam perjalanan tepat pada hari senin (3/4 sekira pukul 01.30 WIT cuaca tiba-tiba buruk, angin kencang dan badai gelombang yang mengakibatkan kapal tidak lagi stabil karena kemiringan kanan dan masuki air.

Nakhoda kapal memerintahkan seluruh ABK melompat ke laut dengan memakai Lift Jaket dan Lift Craft. Pada Sabtu  8 April 2023 pukul 18.25 WIT KM  Mentari 888 PJK membawa ABK Kapal LCT Batiwakal Permai yang dalam keadaan selamat tiba di pelabuhan Bere-Bere.  Kecelakaan Kapal tersebut diduga perubahan cuaca buruk dan muatan yang berlebihan.

Danposal Bere-Bere sedang berkoordinasi dengan Apkamwil dan unsur terkait tim SAR untuk pencarian 2 ABK yang belum ditemukan dengan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. Diharapkan bagi pengguna pelayaran agar selalu memonitor himbauan yang dikeluarkan oleh BMKG dan ASDP dalam melakukan pelayaran guna memanimalisir kecelakaan laut.(par)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *