Kep SulaMaluku Utara

Kelanjutan Proyek PT SMI Lambat, Warga Turun Tangan

×

Kelanjutan Proyek PT SMI Lambat, Warga Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Sebagian Ruas Malbufa-Waiina

HARIANHALMAHERA.COM–Lambannya kelanjutan proyek pembangunan jalan ruas Malbufa Waiina di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) memaksa warga terpaksa bergotong-royong memperbaiki sejumlah titik yang belum dibangun.

Perbaikan ruas jalan dari Desa Nahi ke Desa Ona ini dilakukan warga mengingat jalan itu menjadi satu-satunya akases yang dilewati kendaraan.

Ketua DPRD Malut Kuntu Daud mengaku warga terpaksa turun melakukan perbaikan karena kepentingan mendesak sebab akses jalan sudah sangat sulit dilalui. “Sementara regulasi lambat makanya masyarakat kerja,” tandasnya.

Terpisah anggota Deprov Dapil Kepulauan Sula-Taliabu Ester Tantry  mengakui infrastruktur jalan di Sula saat ini sangat memperihatinkan. “Selaku warga di sana (Sula), upaya-upaya kami di DPRD, setiap rapat saya tetap menyuarakan itu karena sangat urjen, tapi sampai saat ini Pemprov belum mengucurkan dana terkait pekerjaan disana,” katanya.

Dia berharap warga di Sula tetap optimis pembangunan tetap dilanjutkan, selaku orang yang dipercayakan warga Sula duduk di parlemen, Ester menegaskan tidak akan diam.

Apalagi, Ester sendiri duduk di Komisi III yang membidangi masalah infrastruktur. Saat reses kemarin, Ester mengaku masalah yang banyak ditemui adalah infrastruktur jalan.

“Kita prihatin tapi kan mau bikin bagaimana kami dewan kan cuman sebatas torang mengupayakan mengusul kepada pemerintah tapi torang bukan eksekutor”,tegasnya.

Proyek jalan ruas Malbufa-Waiina sendiri tahun kemarin baru dibangun sejauh 5 kilometer yakni dari Desa Fokalit hingga Desa Paratina. Sedangkan dari Desa Paratina ke Desa Nahi, Desa Ona dan Desa Kabau belum.

Diakuinya memang tanah di ruas jalan yang belum dibangun itu bercek sehingga ketika saat musim hujan mobil yang melintasi sering terjadi kecelakaan. “jalan itu bercek sehingga kalau hujan parah dia sangat licin makanya orang kadang -kadang cilaka karena itu”,bebernya.

Ester mengaku, temuan reses kemarin juga akan disampaikan saat paripurna. “Nanti tong rapat dulu dengan PUPR untuk lia kelanjutan bagaimana tetap torang rapatkan dulu dengan Pemerintah karena rata -rata keluhan yang sama di Dofa semua butuh infrastruktur jalan.” pungkasnya.(lfa/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *