Kembali Janji Evaluasi Disiplin PNS

Perintahkan Tutup Semua Kantor Perwakilan OPD di Ternate

0
304
MENCAIR ?: Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) dan Wagub M Al Yasin Ali saat memimpin rapat awal tahun bersama seluruh pimpinan OPD di Pemprov Malut. Kebersamaan AGK dan Yasin di forum resmi adalah yang pertama kali sejak hubungan keduanya merenggang pasca pelantikan pejabat Maret lalu. FOTO HUMAS PEMPROV MALUT

HARIANHALMAHERA.COM–Seperti mengulang tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba (AGK) bersama Wakil Gubernur (Wagub) M Al Yasin Ali kembali mempertegas komitmennya untuk mengoptimalkan dispilin PNS di Sofifi.

Penegasan ini disampaikan keduanya dalam rapat awal tahun bersama seluruh pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah) di Kantor Gubernur, di Sofifi kemarin.

Dalam rapat itu, orang nomor satu di Malut itu mengaku sudah geram dengan kritikan terkait masih adanya OPD yang masih membuka sekretariat atau kantor perwakilan di Ternate.  Karenanya, dihadapan pimpinan OPD ini dia menegaskan kembali kebijakannya terkait oeningkatan dispilin PNS di Sofifi.

Melalui juru bicara Rahwan K Suamba, AGK menegatakan Malut sedianya sudah berada pada zona hijau. Olehnya, pelayanan birokrasi di Sofifi sudah harus normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sehingga, dia memastikan menghentikan seluruh aktigitas kantor perwakilan OPD di Ternate.  “Pak gubernur dan pak Wagub memiliki komitmen yang sama bahwa tidak ada lagi kantor sekretariat apapun yang dibangun oleh OPD diluar Sofifi”, tegasnya.

Bahkan, AGK menegaskan, mulai kemarin hingga seterusnya Pemprov akan mengevaluasi SKPD dan PNS yang masih beraktivitas selain di Sofifi.  Hal ini menurut gubernur ,dalam rangka memajukan pembangunan Sofifi yang jauh lebih  difokuskan.

“Pasti dia kembali kepada ketentuan administrasi yang berlaku tetapi tidak ada sama sekali keinginan pak Gubernur dan Wagub memperbolehkan sekretariat yang ada di  luar Sofifi,” ungkapnya.

Komitmen Pemprov Malut untuk meningkatkan dispilin PNS memang bukan baru dilakukan tahun ini melainkan sudah hdari tahun ke tahun namun tak kunjung membuahkan hasil maksimal.

Bahkan pada tahun kemarin, slogan “Sofifi Rumah Kita” yang dicanangkan Pemprov Malut pun hanya sekadar isapan jempol belaka. Sehingga banyak yang memplesetkan slogan tersebut menjadi “Sofifi Rumah Kontrak” (lfa/pur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here