Potensi Muncul Klaster Pilkada di Malut

Kajian Epidemologi Kemenkes

0
384
ILUSTRASI bentuk virus corona. (foto: Indonesia Kaya)

HARIANHALMAHERA.COM–Kendati saat ini belum ada lonjakan kasus postifi Covid-19 yang cukup signifikan, namun ancaman munculnya klaster baru yakni klaster Pilkada, sangat berpotensi terjadi.

Ini menyusul adanya kerumuman massa saat pendaftaran pasangan calon bakal pasangan calon (bapaslon) tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Apalagi, Bawaslu dan KPU belum memiliki kesiapan yang optimal.

Epidemiologi dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kelas II Manado Fifie F Polak, menjelaskan, kurangnya persiapan akan membuat penularan terjadi secara mudah dan  masif, sehingga momentum Pilkada 2020 berpotensi menciptakan lonjakan kasus di Malut,

“Yang jelas sangat beresiko kerena akan ada euforia,” kata Fifie yang juga Kepala Seksi (Kasi) Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL) Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes disela-sela sweb tes gratis di Laborotorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ternate, Rabu (9/9) kemarin.

Dari amatan epidemiologi,  dia menyebut, Pilkada kali ini akan tetap tidak menerapkan protokol kesehatan pada saat kampanye dan kegiatan lainnya karena para pendukung pasangan calon sudah tidak lagi menghiraukan protokol kesehatan hal ini jika dilihat dari .

Dengan ivent Pilkada ini, haruisnya semua pasangan calon maupun tim pemenangan bisa mensosialisasikan kepada para pendukungnya untuk tetap mematuhi protkol kesehatan. “Yang jelas kami dari epidemiologi menilai hal ini jika tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan ada penularan covid-19 di Pilkada tahun ini,” pungkasya. (tr3/pur)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here