Rp 5 Miliar untuk Sail Tidore

0
78
Sarasehan Sail Tidore yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun di taman Bung Hatta pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis 12 Februari lalu. (FOTO UNKHAIR)

HARIANHALMAHERA.COM–Sail Tidore 2021 memang baru akan dilaksanakan September mendatang. Namun, di akhir bulan ini tepatanya pada tanggal 27 Maret akan digelar Pra Sail sekaligus laucing oleh panitia daerah.

Menjelang Pra Sail yang bertepatan dengan kedatangan kapal layar latih asal Spanyol Sebastian De Ellcano ini kemarin, Pemprov bersama Pemkot Tidore Kepulauan (Tikep) mulai rapat membahas segala bentuk persiapan.

Rapat yang dipimpin langsung Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) dan dihadiri Sekprov Malut Samsuddin A Kadir dan Pj Sekkot Tikep Miftah Bay itu menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Malut, Tahmid Wahab usai rapat, Pemprov sudah siap dalam rangka pendukung infrastruktur penunjang Sail Tidore baik di Tidore maupun di Sofifi. “Jadi ada program-program di daerah yang nanti kita kalaborasikan dengan panitia Nasional. Pada intinya kita sudah siap,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Sail akan dipusatkan di Kelurahan Tugulufa. Lokasi ini sangat representatif bahkan, sesuai hasil survey dari Kementrian Pariwisata (Kemenoar) selaku panitia Nasional, Kelurahan Tugulufa dianggap layak sebagai pusat sentral Sail.

“Meskipun ada tambahan dari sisi infrastruktur itu bantuan dari Balai kementrian  PUPR. Dinas parawisata Provinsi juga fokus kesana kemudian dari pemerintah kota Tidore juga menganggarkan sarana dan infrastruktur pendukung,” tambahnya.

Khusus Sail Tidore, Pemprov telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 Miliar di APBD 2021. Di tahun 2020 kemarin, Pemprov juga mengalokasikan anggaran dengan nilai yang sama untuk infrastruktur diantaranya pembangunan kawasan pendistrian  di Tugulufa, serta rehabilitasi benteng.

Dikatakan, saat ini SK Sail Tidore masih diervisi mengingat SK sebelumnya berakhir Desember 2020 . “Sehingga SK panitia lokal juga masih di revisi,” katanya.

Dalam pelaksanaan Sail Tidore nanti, Pemerintah pusat melalui sejumlah Kemenrian juga akan memback up. Kementrian Perhubungan (Kemenhub) misalnya akan membantu akomodasi berupa 20 unit armada bus.

Kemudian kementrian luar negeri (Kemenlu) juga menyampaikan kemungkinan besar seluruh kedutaan besar yang ada di Indonesia akan hadir “Mereka (Pusat, red) sedikit meragukan kita soal akomodasi. Tapi saya bilang datang dulu untuk survey akomodasi. Kalau tidak ada representasi di Tidore, bisa pakai di Ternate,” ucapnya.(lfa/pur).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here