Airlangga Nakhodai Beringin Lagi

0
420
Airlangga Hartarto

HARIANHALMAHERA.COM–Mundurnya Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari kontestasi pemilihan calon ketua umum (caketum) Partai Golkar periode 2029-2024, memuluskan jalan calon petahana Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian itu kembali menakhodai Partai berlambang beringin lima tahun mendatang. Dia terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta pada Rabu (4/12) malam.

Dia pun resmi ditetapkan lewat sidang paripurna VI Munas yang dipimpin  Azis Syamsuddin “Menetapkan keputusan Munas X Golkar tentang Ketua Umum DPP Golkar masa bakti 2019-2024. Pertama mengangkat dan mengesahkan Airlangga sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar masa bakti 2019-2024,” tegas Azis

Keputusan ini diambil setelah sidang Paripurna VI menetapkan Airlangga sebagai calon tunggal ketua umum Partai Golkar 2019-2024 karena dinyatakan memenuhi syarat mendapatkan dukungan 30 persen pemilik suara sah dalam Munas X Golkar.

Airlangga menyebut tidak ada istilah rekonsiliasi terkait mundurnya Bamsoet. Menurutnya, Bamsoet sudah dirangkul dan diberi tempat di Golkar. “Kan sama-sama pengurus partai. Sekarang sama-sama pengurus, kalau sama-sama pengurus tidak ada persoalan,” ujarnya

Dia mengklaim, komunikasi dengan Bamsoet berjalan lancar. Hal ini, kata Airlangga dibuktikan melalui pernyataan bersama di hadapan media saat Bamsoet menyatakan mengundurkan diri dari bursa caketum Golkar

Soal permintaan agar kubu Bamsoet dirangkul di kepengurusan mendatang, Airlangga mengaku, mayoritas kader Golkar yang ada di barisan pendukung Bamsoet adalah pengurus di DPP. Oleh karena itu, tak perlu ada hal khusus yang dilakukan terkait pengunduran diri Bamsoet.

“Mereka itu jadi pengurus tanda tangan saya dua tahun yang lalu termasuk Pak Bamsoet tanda tangan saya juga. jadi saya pikir itu tidak menjadi isu lagi, karena mereka adalah pengurus Golkar yang saya rekrut,” ujar Airlangga.

Loyalis Airlangga Dedi Mulyadi mengatakan, Munas sendiri merupakan forum rekonsiliasi yang diikuti dengan penyusunan komposisi kepengurusan. Maka, kata Dedi, penyusunan kepengurusan harus diserahkan pada Ketum terpilih. “Ketua umum kan orang yang rekonsiliatif, saya katakan ini kan pemimpin rekonsiliatif,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi meyakini, Airlangga akan merangkul semua kubu. “Jangankan urusan AKD. Bamsoet jadi Ketua MPR saja dia rekomendasikan,” timpalnya. (cnn/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here